Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Rutin Dilakukan 95 Persen Anak di Jember Sudah Vaksin Polio

Alvioniza • Kamis, 4 Juli 2024 | 17:00 WIB

 

 

MOMONGAN: Salah seorang anak bersama ibunya ketika mengikuti penerimaan bantuan PMT dari Pemkab Jember di Kelurahan Mangli, kemarin (3/7). YULIO FA/RADAR JEMBER
MOMONGAN: Salah seorang anak bersama ibunya ketika mengikuti penerimaan bantuan PMT dari Pemkab Jember di Kelurahan Mangli, kemarin (3/7). YULIO FA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM -  Munculnya kasus polio di Indonesia sempat menjadi perbincangan, beberapa waktu lalu. Hal tersebut juga membuat pemerintah pusat mengambil ancang-ancang untuk menetapkannya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Salah satu upaya untuk mencegah penyakit menular ini adalah vaksinasi polio. Di Jember terdapat 95 persen anak yang sudah mendapatkan vaksin tersebut. 

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Koeshar Yudyarto menyampaikan, tidak ada penderita polio yang terdeteksi di Jember hingga saat ini. Namun, vaksinasi atau imunisasi polio masih terus dilakukan.

BACA JUGA: Mahasiswa Polije Ajak Peternak Sapi di Desa Tempurejo Ubah Limbah Menjadi Pupuk yang Bernilai

Terlebih setelah ditemukan kasus polio di Jawa Timur pada Januari lalu. Hal tersebut membuat seluruh kabupaten/kota di Jatim melakukan pekan imunisasi. “Capaian imunisasi polio di Jember cukup tinggi. Sekarang sudah di atas 95 persen,” katanya.

Dia juga menyebut, imunisasi biasa masih tetap dilakukan secara rutin. Sementara, vaksinasi polio dilakukan karena kemunculan kasus di Jatim. Penyakit ini biasanya menyerang anak di bawah usia sepuluh tahun. Membuat penderitanya mendadak lumpuh layu secara tiba-tiba. 

BACA JUGA: DEDIKASI, Ruang Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Polije

Meski capaiannya sudah 95 persen lebih, dia mengaku tenaga kesehatan di Jember masih melakukan pemantauan terhadap kasus yang memiliki gejala serupa. Baik disebabkan oleh penyakit diare maupun panas tinggi.

“Kalau ada kasus anak tiba-tiba lumpuh layu, segera lapor kepada puskesmas terdekat. Nanti tenaga kesehatan akan melakukan penanganan,” tegasnya.

dr Koeshar juga menyebut, ditemukan 13 kasus anak mengalami lumpuh layu mendadak. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, hasil lab menunjukan bahwa yang bersangkutan tidak menderita polio. Melainkan lemas gara-gara kekurangan cairan saja.

BACA JUGA: Tuntaskan Stunting dari Hulu, Bukan Hanya Penderita tapi Remaja Desa di Jember Juga Jadi Sasaran

Menurutnya, banyak penyakit lain yang memiliki gejala yang hampir sama dengan polio. “Oleh sebab itu, harus diambil sampel dulu. Baik darah maupun fesesnya. Kemudian, hasil laboratorium yang dapat menentukan polio atau bukan,” imbuhnya.

Polio merupakan penyakit yang cukup berbahaya, karena dapat menyebabkan lumpuh layu secara mendadak. Selain itu, dampaknya juga dapat membuat kerusakan saraf secara permanen.

Oleh sebab itu, diperlukan penanganan dan langkah yang tepat, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi penyakit satu ini dapat menular kepada orang lain. (ham/c2/fid)

 

 

Editor : Halo Jember
#polio #anak #posyandu