"Jangan bicara kesejahteraan dan menyejahterakan petani jika hal urusan PPL saja tidak mampu mewujudkannya."
ALFIAN ANDRI WIJAYA
Anggota Komisi B, Fraksi Gerindra
HALOJEMBER.COM - Keberadaan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian di Kabupaten Jember dianggap memiliki peran cukup vital.
Selain untuk keperluan pendataan, keberadaan PPL juga terkait pengusulan kebijakan-kebijakan strategis pada urusan pertanian.
Khususnya terkait data petani, luasan lahan, dan tentunya soal pupuk subsidi.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember Alfian Andri Wijaya mengungkapkan, jumlah PPL di Jember menunjukkan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian.
"Disebutkan hanya ada di kisaran 100 orang PPL di seluruh Kabupaten Jember. Padahal jumlah desa dan kelurahan kita ada 248, yang semestinya juga tersedia minimal satu desa satu PPL," katanya, dalam kesempatan rapat paripurna DPRD Jember, belum lama ini.
BACA JUGA: Rutin Dilakukan 95 Persen Anak di Jember Sudah Vaksin Polio
Alfian menuding pemerintah belum serius dalam memperhatikan sektor-sektor penting yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan. Seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Padahal, kata dia, pembangunan Kabupaten Jember dalam waktu 20 tahun ke depan harus memperhatikan sektor pertanian yang secara tren memberikan sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember.
"Jadi, jangan bicara kesejahteraan dan menyejahterakan petani, jika urusan PPL saja tidak mampu mewujudkannya," ketusnya.
Legislator yang duduk di Komisi B itu juga menyindir, keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini harus ditunjukkan secara konkret di lapangan.
"Sektor pertanian ini perlu kerja nyata. Bukan hanya retorika yang banyak tidak sesuai dengan fakta dan data yang disajikan," sindirnya. (mau/c2/fid)
Editor : Halo Jember