HALOJEMBER - Setelah lama tak terdengar kabarnya, penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi baru-baru kembali menyerang. Sejumlah sapi milik warga di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, dan beberapa lainnya di Desa/Kecamatan Tempurejo terjangkit penyakit itu.
Dokter Hewan di Puskesmas Ambulu, Rencong Dwi Putra, mengungkapkan bahwa temuan kasus PMK itu menjangkit sapi warga di Kecamatan Ambulu dan Tempurejo.
Menurut dia, PMK itu sudah menjadi penyakit menular yang menyasar hewan ternak seperti sapi. Perkembangannya meningkat saat memasuki musim hujan seperti sekarang.
“PMK ini memang hidupnya di kelembapan tinggi seperti musim hujan ini. Jadi, kasusnya meningkat di cuaca seperti ini,” katanya ketika dikonfirmasi, Senin siang (16/12).
Dia menjelaskan, gejala yang muncul dari PMK itu masih sama seperti dulu. Di antaranya, mengeluarkan air liur berlebihan, luka di mulut, luka di kaki dan kaki pincang, nafsu makan menurun, hingga demam.
Jika ditemukan ada sapi dengan gejala seperti itu dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, menurut Rencong, dipastikan sapi tersebut bisa terancam nyawanya.
“Kalau yang sampai mati, itu karena penanganannya kurang tepat. Misalnya, telat untuk memanggil tenaga kesehatan hewan. Tahun lalu kan sempat ada vaksinasi, bisa jadi sapi yang terkena PMK itu tidak divaksin, dan kebanyakan kasus sapi-sapi kena PMK ini yang tidak divaksin,” jelas dia.
Rencong mengungkapkan, sedikitnya ada 4 kasus PMK yang terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Sementara, yang telah dilakukan penanganan ada 2 kasus, sehingga total ada 6 kasus yang terlaporkan kepadanya.
“Sebenarnya tingkat penularannya mencapai 80 persen. Tapi, karena ada beberapa sapi yang sudah vaksin, tingkat kekebalannya berbeda. Sapi yang terkena PMK itu sapi-sapi yang belum vaksin atau sapi baru dibeli,” jelas dia.
Pihaknya mengaku terus memberikan informasi dan edukasi kesehatan hewan serta upaya penanganannya kepada para peternak jika menemukan indikasi PMK tersebut. Salah satunya dipisahkan kandangnya agar tidak menular ke hewan ternak sapi lainnya.
“Kami menyarankan kepada peternak agar ternaknya yang sakit itu seperti rawat optimal. Misalnya, bila tidak mau makan itu disuapin. Lalu, sering-sering disemprot desinfektan kandangnya, dan luka-luka di kaki dan mulut diberikan obat luka mulut dan kaki,” jelas dia. (mau/c2/dwi)
Editor : Halo Jember