HALOJEMBER - Tumpukan sampah belakangan ini sering terlihat di sejumlah jalur utama kawasan Jember kota. Seperti di beberapa titik Jalan Sultan Agung.
Sampah-sampah yang berserakan tak hanya merusak keindahan hingga viral di media sosial, tapi juga meresahkan.
Keluhan itu ditangkap polisi dengan melakukan kerja bakti mengangkut sampah tersebut. Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan mengaku, pihaknya menerjunkan langsung sejumlah personel untuk membantu mengangkut sampah ke truk.
"Karena kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, kami merespons cepat keluhan masyarakat," kata Ferry, saat ikut langsung membersihkan sampah di Jalan Sultan Agung hingga Pasar Tanjung, Jumat (14/2).
Dalam aksi bersih-bersih itu, tumpukan sampah yang mengganggu estetika dan kebersihan lingkungan dipindahkan ke bak truk untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari.
Ferry juga meminta masyarakat lebih peduli lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan mendukung pemerintah dalam pengelolaan sampah yang lebih baik.
Tak hanya polisi, aksi serupa sebelumnya juga dilakukan oleh pelajar dan relawan dalam mengatasi sampah.
Hal itu menyusul semakin meningkatnya timbunan sampah imbas dari pemberhentian 336 tenaga honorer yang 330 orang di antaranya merupakan petugas kebersihan di Jember.
"Kami mulai melakukan pembersihan di beberapa titik bersama teman-teman dari SMK 4 Jember dengan menyisir area-area pusat kota. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) 2025," kata Koordinator Pengawas Pengelolaan Sampah DLH Jember Muhammad Masbut, Rabu (12/2). (mau/c2/dwi)
Editor : Halo Jember