HaloJember – Jembatan penyeberangan orang (JPO) Jompo di Jalan Sultan Agung, Kabupaten Jember seakan dilewati oleh warga yang mayoritas Jompo.
Ironisnya, warga yang tergolong masih muda dan sehat, justru memilih abai pada keselamatan alias banyak yang tidak mau lewat jembatan Jompo ini.
Jompo, saat ini relatif mulus dan memiliki ruas yang lebar. Namun, ini banyak dimanfaatkan oleh orang-orang tua saja atau jompo.
Sementara yang muda dan sehat justru kesadarannya rendah dan banyak yang abaikan keselamatan dengan menyeberang tanpa lewat JPO.
Hal tersebut membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kerap melaju dengan kecepatan tinggi.
Faktor jalan yang halus dan terbuka lebar menjadi alasan utama pengendara merasa lebih leluasa saat berkendara.
Namun, di sisi lain, kondisi ini justru meningkatkan potensi bahaya, terutama bagi pejalan kaki.
Di sekitar lokasi sebenarnya telah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Sayangnya, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Masih banyak pejalan kaki yang memilih menyeberang langsung di badan jalan, meskipun arus lalu lintas cukup padat, terutama dari arah Jalan Gajah Mada.
Baca Juga: Jembatan Gantung Jubung Jember Putus Lagi, Warga Terpaksa Memutar Jauh
Kondisi ini tentu meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin siang (23/4) menunjukkan hanya segelintir orang yang menggunakan JPO demi keamanan.
Selebihnya, banyak yang memilih cara instan dengan menyeberang langsung di jalan.
Salah satunya seorang kakek yang hendak membawa barang dagangan ke Pasar Tanjung terlihat memilih menggunakan JPO.
Namun, tidak sedikit pula warga yang tetap nekat menyeberang di jalan demi menghemat waktu. (jum/dwi/nur)
Editor : Hariri HJ