Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 11 Menit! China Kembangkan Teknologi Sodium-ion Terbaru buat Kamu

Rifki Bagus • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 18:01 WIB
Teknologi baterai sodium-ion dari BAIC siap mengubah pengalaman berkendara kamu dengan durasi pengisian daya yang jauh lebih cepat, hanya 11 menit untuk penuh! (RIFKI/AI)
Teknologi baterai sodium-ion dari BAIC siap mengubah pengalaman berkendara kamu dengan durasi pengisian daya yang jauh lebih cepat, hanya 11 menit untuk penuh! (RIFKI/AI)

HALOJEMBER – Mengisi daya mobil listrik yang biasanya memakan waktu hingga 30 menit atau lebih kini akan segera menjadi masa lalu.

Perusahaan otomotif asal China, BAIC (Beijing Automotive Group), baru saja mengumumkan terobosan signifikan dalam teknologi baterai dengan mengembangkan jenis baterai baru berbasis sodium-ion.

Inovasi ini memungkinkan pengisian baterai hingga penuh hanya dalam waktu sekitar 11 menit saja.

Baca Juga: Poco X8 Pro dan X8 Pro Max Resmi Rilis di Indonesia! Bawa Baterai Raksasa 8.500 mAh dan Chipset Gahar, Cek Harga Lengkapnya buat Kamu

Berkat penerapan teknologi pengisian cepat 4C, proses pengisian daya diklaim mampu berjalan hingga empat kali lebih pesat dibandingkan sistem pengisian baterai pada mobil listrik konvensional yang beredar di pasaran saat ini.

Selain keunggulan kecepatan pengisian, baterai jenis sodium-ion ini juga menunjukkan ketangguhan luar biasa saat diuji dalam kondisi suhu ekstrem.

Kamu tidak perlu lagi khawatir dengan penurunan performa baterai di cuaca dingin atau panas yang menyengat, karena baterai ini tetap mampu bekerja optimal pada rentang suhu mulai dari -40 derajat Celcius hingga 60 derajat Celcius.

Baca Juga: Oppo Find X9 Ultra dan Find X9s Pro Resmi Meluncur 21 April 2026, Intip Spek Dewa dan Bocoran Tablet Terbaru buat Kamu!

Pada suhu sangat dingin sekitar -20 derajat Celcius, baterai inovasi BAIC ini masih sanggup mempertahankan daya hingga 92 persen.

Stabilitas keamanan baterai ini pun sangat terjamin karena pengujian internal membuktikan komponennya tetap aman dan stabil meski berada pada suhu panas hingga 200 derajat Celcius.

Meski demikian, teknologi yang sedang dikembangkan ini masih memiliki beberapa keterbatasan dalam hal kepadatan energi jika dibandingkan dengan baterai berbasis lithium yang umum digunakan sekarang.

Baca Juga: Resmi Meluncur! Cek Harga Samsung Galaxy A37 dan A57 5G di Indonesia: Bawa Fitur AI Canggih dan Sertifikasi IP68 buat Kamu

Prototipe baterai dari BAIC saat ini memiliki kepadatan energi sekitar 170 Wh/kg, angka yang sedikit lebih rendah dibandingkan baterai lithium yang rata-rata mampu mencapai 200 hingga 300 Wh/kg.

Untuk mengatasi celah ini, BAIC terus melakukan pengembangan intensif melalui puluhan pengajuan paten yang mencakup desain material, proses produksi, hingga metode pengujian agar baterai bisa menyimpan energi lebih banyak serta memiliki ketahanan yang lebih lama saat digunakan berulang kali.

Walaupun saat ini masih dalam tahap prototipe, BAIC menyatakan bahwa proses validasi untuk kebutuhan produksi massal sudah selesai dilakukan.

Baca Juga: Sayonara Mac Pro! Apple Resmi Hentikan Produksi Desktop Ikonik, Mac Studio Kini Jadi Raja Komputer Pro Baru untuk Kamu

Meskipun jadwal peluncuran resmi kendaraan yang menggunakan teknologi ini belum diumumkan secara gamblang, rumor yang beredar di pasar otomotif China menyebutkan bahwa mobil listrik dengan baterai sodium-ion akan segera meluncur pada pertengahan tahun, tepatnya di kisaran bulan Juni atau Juli 2026.

Bagi kamu yang menantikan revolusi mobilitas ramah lingkungan dengan waktu tunggu pengisian daya yang sangat singkat, kehadiran teknologi ini tentu menjadi angin segar yang akan mengubah cara kamu bepergian di masa depan.

KEUNGGULAN BATERAI SODIUM-ION BAIC:

Baca Juga: Google Rilis Gemma 4! Model AI Open-Source Super Canggih Penantang DeepSeek dan Qwen, Cek Keunggulannya buat Kamu

Fitur Spesifikasi / Kemampuan Manfaat untuk Kamu
Kecepatan Cas Full charge dalam 11 Menit Hemat waktu saat perjalanan jauh
Ketahanan Suhu -40°C hingga 60°C Aman digunakan di segala cuaca
Stabilitas Stabil hingga suhu 200°C Risiko overheating sangat rendah
Performa Dingin 92% sisa daya pada suhu -20°C Tetap awet saat musim dingin

 

Editor : Rifki Bagus
Teknologi Otomotif Baterai Sodium-ion Inovasi China kendaraan listrik mobil listrik