Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta dan Mitos Seputar Kopi yang Perlu Kamu Tahu

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi meracik kopi Arabika. (lolo :)-pimterest)
Ilustrasi meracik kopi Arabika. (lolo :)-pimterest)

HALO JEMBER – Di balik popularitasnya, ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat tentang kopi. Ada yang benar, tapi ada juga yang keliru.


Advertisement

Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Hampir setiap orang punya cerita dengan secangkir kopi, entah untuk menemani saat pagi, begadang, atau sekadar ngobrol santai.

Namun, benarkah kopi bisa membuat ketagihan? Atau apakah kopi benar-benar berbahaya bagi kesehatan? Berikut adalah beberapa mitos dan fakta yang perlu kamu tahu:

Mitos Kopi : Kopi Buruk untuk Jantung

Advertisement

Faktanya:

Menurut beberapa penelitian konsumsi kopi dalam batas wajar (sekitar 3-5 cangkir per hari) justru dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Kopi mengandung antioksidan yang dapat melindungi pembuluh darah dan mengurangi peradangan.

Advertisement

Mitos Kopi : Kopi Membuat Tubuh Dehidrasi

Faktanya:

Kopi memang bersifat diuretik ringan (membuat sering buang air kecil), tapi efeknya tidak cukup kuat untuk menyebabkan dehidrasi.

Kandungan air dalam kopi tetap berkontribusi terhadap asupan cairan harian.

 

Mitos Kopi : Kopi Menyebabkan Ketergantungan

Faktanya:

Kopi memang mengandung kafein yang bersifat stimulan, tapi tidak menyebabkan ketergantungan serius seperti narkotika.

Yang terjadinya biasanya adalah kebiasaan tubuh terbiasa dengan efek kafein, sehingga kalau berhenti tiba-tiba bisa muncul gejala ringan seperti sakit kepala atau mudah lelah, tetapi biasanya hanya berlangsung sementara.

Mitos Kopi : Kopi Bikin Tubuh Jadi Pendek

Faktanya:

Tidak ada bukti ilmiah bahwa kopi memengaruhi tinggi badan. Mitos ini muncuk karena dulu kopi dikaitkan dengan gangguan penyerapan kalsium.

Padahal, selama asupan kalsium cukup, kopi tidak berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan.

Mitos Kopi : Kopi Mengganggu Tidur

Faktanya:

Kafein bisa bertahan di tubuh 4-6 jam setelah diminum. Jadi, minum kopi sore atau malam hari bisa membuat sebagian orang sulit tidur.

Namun, sensitivitas tiap orang berbeda-beda, ada yang tetap bisa tidur nyenyak meski habis ngopi malam.

Tidak semua hal yang kita dengar tentan kopi benar. Kuncinya adalah minum kopi dengan bijak: cukup 2-3 cangkir sehari, hindari tambahan gula berlebihan, dan sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Dengan begitu, kopi bisa tetap menjadi sahabat sehat, bukan masalah.

Penulis : Nafila Aprillia

Advertisement

Artikel Terkait

Mengenal Houthi Lebih Jauh, yang Membuat Negara Arab Saudi Keteteran (Part 1)

Mengenal Houthi Lebih Jauh, yang Membuat Negara Arab Saudi Keteteran (Part 1)

Arab Saudi, negeri minyak, gurun, unta, dan gedung pencakar langit, dibuat harus menghitung ulang dari mana datangnya gangguan. Sementara dari Yaman, negeri gunung, kopi, dan konflik berkepanjangan

Belajar Sambil Berwisata, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Tawarkan Pengalaman Seru Untuk Anak

Belajar Sambil Berwisata, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember Tawarkan Pengalaman Seru Untuk Anak

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember yang telah berdiri sejak tahun 1911 ini menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang cukup popul

Minum Kopi Setiap Hari? Kenali Batas Aman dan Waktu Terbaik agar Manfaatnya Tetap Optimal

Minum Kopi Setiap Hari? Kenali Batas Aman dan Waktu Terbaik agar Manfaatnya Tetap Optimal

Aroma yang khas serta kandungan kafein di dalamnya dipercaya mampu meningkatkan fokus, menjaga konsentrasi, dan membantu tubuh terasa lebih

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer