HALOJEMBER - Konsep “mengisi tangki cinta sendiri” atau self love semakin banyak dibicarakan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Istilah ini merujuk pada upaya memenuhi kebutuhan emosional diri tanpa bergantung sepenuhnya pada validasi orang lain.
Pakar menilai, kemampuan mencintai diri sendiri menjadi fondasi penting untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
Psikolog menjelaskan bahwa “tangki cinta” menggambarkan kondisi emosional seseorang.
Ketika kebutuhan akan penghargaan, perhatian, dan rasa aman tidak terpenuhi, seseorang cenderung merasa lelah secara mental, mudah kecewa, atau terlalu bergantung pada pasangan maupun lingkungan sekitar.
Mengisi tangki cinta sendiri berarti belajar memberi dukungan emosional pada diri sendiri secara mandiri.
Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain meluangkan waktu untuk diri sendiri, menetapkan batasan yang sehat dalam relasi, serta mengapresiasi pencapaian kecil sehari-hari.
Aktivitas seperti menulis jurnal, berolahraga ringan, beristirahat cukup, atau melakukan hobi yang disukai dinilai efektif membantu menstabilkan emosi dan meningkatkan rasa berharga pada diri.
Tren membicarakan self love juga berkembang pesat seiring maraknya konten kesehatan mental di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Banyak kreator membagikan pengalaman pribadi tentang proses mencintai diri sendiri, mulai dari belajar berkata “tidak”, memaafkan kesalahan diri, hingga berani meminta bantuan profesional saat merasa kewalahan.
Pakar kesehatan mental mengingatkan bahwa mengisi tangki cinta sendiri bukan berarti menutup diri dari orang lain.
Dukungan sosial tetap penting, namun tidak dijadikan satu-satunya sumber kebahagiaan.
Keseimbangan antara memberi dan menerima kasih sayang dinilai mampu membangun relasi yang lebih sehat dan tidak bergantung secara emosional.
Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, konsep mengisi tangki cinta sendiri dipandang sebagai langkah preventif untuk menjaga kesejahteraan psikologis.
Para ahli berharap literasi tentang self love terus diperkuat agar masyarakat lebih mampu merawat diri, mengenali batasan pribadi, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan lingkungan sekitar.
Editor : Harry Erje