Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Sesak, Banyak Napi di Lapas Jember yang Dipindah ke Penjara Lain

Hariri HJ • Senin, 26 Januari 2026 | 16:32 WIB

 

DISEBAR: RM Kristyo Nugroho, Kepala Lapas Kelas IIA Jember memantau redistribusi narapidana dari Lapas jember ke UPT Pemasyarakatan Jawa Timur. (LAPAS JEMBER)
DISEBAR: RM Kristyo Nugroho, Kepala Lapas Kelas IIA Jember memantau redistribusi narapidana dari Lapas jember ke UPT Pemasyarakatan Jawa Timur. (LAPAS JEMBER)
HaloJember – Kondisi Lapas Kelas IIA Jember sudah lumayan sesak.

Sejumlah narapidana (napi) pun dipindahkan ke penjara lain. Yakni, ke beberapa UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur.

Kepala Lapas Kelas IIA Jember RM Kristyo Nugroho menyebut pemindahan napi untuk mengurangi kepadatan hunian.

Menurutnya, kapasitas di Lapas Jember sudah melampaui kapasitas ideal.

Baca Juga: Lapas Jember Ajukan Amnesti. Mengapa Pengedar Narkoba Tidak Diusulkan Amnesti?

Pemindahan ini dilakukan dengan pengamanan ketat oleh petugas.

Narapidana yang dipindahkan terlebih dahulu menjalani registrasi, verifikasi identitas, serta penggeledahan badan sebelum keluar dari dalam lapas.

Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan sidik jari melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

Dikatakan, Borgol tetap digunakan sebagai bagian dari prosedur pengamanan selama proses pemindahan berlangsung.

Baca Juga: Kisah Jessica Kumala Wongso Selama Berada di Lapas, Tak Pegang Gawai hingga Tidur dengan 20 Orang

“Ini merupakan langkah yang lazim dalam sistem pemasyarakatan,” ucapnya.

Redistribusi narapidana antar Lapas ini, untuk mengoptimalkan program pembinaan sekaligus mengatasi overcrowding.

“Potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir, mengingat jumlah warga binaan yang terus mengalami peningkatan,” kata Kepala Lapas RM Kristyo.

Dia menyebut, jumlah warga binaan di Lapas Jember hampir mencapai 1.000 orang.

Angka tersebut jauh melampaui kapasitas ideal yang hanya menampung sekitar 390 orang.

Dikatakan, padatnya napi berdampak pada pelaksanaan pembinaan.

“Dengan hunian yang terlalu padat, program pembinaan tidak bisa berjalan maksimal,” katanya.

Baca Juga: Napi Lapas Jember Dibekali Teknik Pengelasan dari SMKN 2 Jember 

Sementara itu, pemindahan para napi melibatkan Tim Satopspatnal dan Tim Pengamat Pemasyarakatan.

Sebelumnya juga telah dilakukan pemetaan dan penilaian risiko terhadap narapidana yang dipindahkan.

“Kami berharap para narapidana yang dipindahkan memperoleh lingkungan pembinaan yang lebih kondusif dan mendukung proses perubahan perilaku selama mereka menjalani masa pidana,” pungkasnya. (dhi/nur)

 

Editor : Hariri HJ
#napi #lapas #penjara