JAKARTA – Ketegangan di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran global, tak terkecuali di tanah air.
Pertanyaan besar pun muncul di benak masyarakat, Apakah harga BBM di SPBU bakal ikut "meledak" dalam waktu dekat?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya memberikan jawaban tegas untuk mendinginkan suasana.
Dalam keterangan persnya baru-baru ini, Bahlil memastikan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak dunia, namun tetap memprioritaskan stabilitas di dalam negeri.
Jaminan untuk Rakyat
Kabar baiknya, bagi Anda pengguna Pertalite dan Solar, napas lega bisa diembuskan. Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi.
"Sampai dengan rapat tadi, belum ada potensi perubahan harga. Jadi aman-aman saja," ungkap Bahlil dengan nada optimis.
Ia memahami betul bahwa masyarakat kini tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Momentum ini menjadi pertimbangan utama pemerintah agar beban ekonomi warga tidak semakin berat.
"Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," tambahnya.
Strategi Lepas dari "Jeratan" Selat Hormuz
Namun, pemerintah tidak sekadar menutup mata. Bahlil membeberkan bahwa strategi besar sedang dijalankan agar stok energi nasional tidak terganggu meski jalur logistik di Timur Tengah memanas.
Selama ini, sebagian impor minyak Indonesia memang melewati Selat Hormuz. Untuk mengantisipasi risiko terburuk, pemerintah mulai mengalihkan sumber pasokan.
Kini, Indonesia lebih banyak melirik pasar di luar Timur Tengah, seperti Amerika, Afrika (Angola), hingga negara-negara di Amerika Latin seperti Brazil.
"Kita lakukan switch agar tidak mau ambil risiko. Kita belanja di negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz," jelas mantan Kepala BKPM tersebut.
Ketahanan Energi Nasional
Selain soal harga dan pasokan, ada beberapa poin krusial lain yang disampaikan Bahlil dalam rapat Dewan Energi Nasional tersebut:
-
Stok di Atas Standar: Bahlil menjamin stok BBM, LPG, dan Crude (minyak mentah) nasional saat ini berada di atas standar minimum 21 hari. Bahkan, rata-rata ketahanan kita mencapai 25 hingga 26 hari.
-
Pembangunan Storage: Menyadari keterbatasan tangki penyimpanan, pemerintah berencana mulai membangun fasilitas storage besar tahun ini di wilayah Sumatera. Tujuannya, agar cadangan nasional bisa bertahan hingga 3 bulan, sesuai standar internasional.
-
Nasib Listrik: Untuk urusan setrum, Bahlil memastikan pasokan batu bara untuk PLN aman setidaknya hingga April mendatang. Ia menjamin tidak akan ada kendala pasokan energi listrik selama masa hari raya.
Dengan langkah-langkah mitigasi ini, pemerintah ingin memberikan pesan kuat: meski dunia sedang tidak baik-baik saja, urusan dapur dan mobilitas warga di Indonesia harus tetap terjaga.(yul)