Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merindukan Dewan Pendidikan Jember, Opini oleh Sukidin

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Sukidin
Sukidin

Advertisement

 

 

Halojember - Dinamika dunia pendidikan akan selalu menjadi fenomena menarik untuk dibahas. Akhir-akhir ini isu tentang akses pendidikan untuk semua dan mutu pendidikan tengah menjadi sorotan publik. Untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan peran semua pihak, seperti sekolah, dinas  pendidikan, orang tua siswa, komite sekolah, pemerintah daerah dan masyarakat. Namun di Jember masih ada satu lembaga yang terasa hilang yaitu Dewan Pendidikan.

Advertisement

Dewan Pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mengawal dan menjamin akses dan mutu pendidikan, seolah tenggelam ditelan bumi. Dalam menghadapi situasi dan kondisi permasalahan pendidikan yang semakin kompleks, maka perlu dihadirkan kembali eksistensi Dewan Pendidikan di Jember. 

Kehadiran Dewan Pendidikan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam penyusunan arah kebijakan pendidikan, mengawasi pelaksanaan program pendidikan, dan keberpihakan pada spirit pemerataan dan mutu pendidikan di masyarakat. Di tengah terpaan gelombang persoalan pendidikan yang terus berkembang, masyarakat membutuhkan sebuah lembaga yang tidak hanya hadir dalam struktur pemerintahan, tetapi juga mampu menjadi penyambung aspirasi, pengawal kebijakan, dan penjaga kepentingan publik dalam penyelenggaraan pendidikan.

Merindukan Dewan Pendidikan Jember bukan berarti mengabaikan kontribusi kerja pemangku kepentingan pendidikan yang selama ini telah  melaksanakan program pendidikan. Kerinduan ini lahir dari harapan agar Dewan Pendidikan memainkan peran strategisnya. Pengelolaan pendidikan terlalu penting bila  hanya menjadi urusan birokrasi, seremoni, atau pergantian kebijakan secara periodik.

Advertisement

Pendidikan itu menyangkut kepentingan kolektif, yang menyangkut moral hazard seluruh masyarakat. Di dalamnya ada masa depan murid, harapan orang tua, pengabdian guru, serta harapan masyarakat menuju kehidupan yang lebih berperadaban dan sejahtera. Dalam pengelolaannya bidang pendidikan membutuhkan ruang partisipasi publik yang sehat, egaliter, kritis, dan berkelanjutan.

Peran tersebut hanya bisa dilakukan melalui kehadiran Dewan Pendidikan. Sudah saatnya Jember menghidupkan kembali institusi Dewan Pendidikan, sehingga arah pendidikan dapat terarah dan terkontrol sesuai dengan visi-misi pendidikan Kabupaten Jember yang berorientasi pembaharuan dan kemajuan.

Kabupaten Jember memiliki pekerjaan rumah yang tidak sederhana dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan merata. Dokumen RPJMD Kabupaten Jember Tahun 2025–2029 mencatat bahwa, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,50 tahun, sedangkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk berusia 25 tahun ke atas baru 6,54 %. Artinya, harapan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang panjang belum sepenuhnya tercermin dalam pengalaman pendidikan penduduk dewasa.

Angka ini menjadi pengingat bahwa memperluas harapan harus berjalan paralel dengan memperkuat akses, keberlanjutan, dan mutu pendidikan. Persoalan pemerataan mutu juga tampak pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sampai tahun 2026. Optimalisasi pelibatan sekolah swasta dan perhatian terhadap sekolah pinggiran menjadi salah satu upaya mendesak untuk mengurangi ketimpangan persebaran dan akses murid untuk memperoleh pendidikan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Ketika Tubuh Jadi Komoditas: Mengapa Anak Perempuan Rentan Dieksploitasi? Opini oleh Zahratul U

Ketika Tubuh Jadi Komoditas: Mengapa Anak Perempuan Rentan Dieksploitasi? Opini oleh Zahratul U

Kasus dugaan eksploitasi seksual terhadap tujuh anak perempuan di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, yang diungkap Polda Jawa Timur pada pertengahan Oktober 2026, menyisakan pertanyaan yang jauh.

Bahasa Santri Bahasa Peradaban: Dari Kitab Kuning ke Kecerdasan Artifisial, Opini oleh Siti Khodijah

Bahasa Santri Bahasa Peradaban: Dari Kitab Kuning ke Kecerdasan Artifisial, Opini oleh Siti Khodijah

Di Jember, di berbagai pesantren, transformasi AI sedang berlangsung. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa transformasi ini tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikat, tetapi mengalir

HSN 2026; Apa Kabar Santri? Opini oleh Moh. Isomuddin   

HSN 2026; Apa Kabar Santri? Opini oleh Moh. Isomuddin  

Setiap tanggal 22 Oktober tiba, ritus peringatan hampir selalu bermula dari nada yang seragam: pekik heroisme Resolusi Jihad 1945, arak-arakan sarung yang rapi, dan deretan pidato pejabat yang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer