Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengeksplorasi Dampak Positif Pacaran Opini: Hidayat Nor Wahit

Alvioniza • Rabu, 31 Juli 2024 | 21:59 WIB
Hidayat Nor Wahit
Hidayat Nor Wahit

MASA transisi yang ditandai oleh adanya perubahan organ-organ fisik, emosi, dan psikis disebut masa remaja. Masa remaja, yaitu masa usia 10 tahun ke atas, yaitu suatu periode masa pematangan organ reproduksi manusia dan biasa disebut masa pubertas.

Di masa pubertas ini, tidak jarang bagi para remaja tertarik atau naksir kepada lawan jenisnya. Tapi, ketika mereka memutuskan berpacaran ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni harus berpacaran dengan sehat. Memang, ini kembali lagi dengan nilai-nilai agama yang dianut seorang remaja.

Akan tetapi, bagi sebagian remaja, pacaran sering kali dianggap sebagai faktor yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena tidak jarang seorang remaja yang tidak punya pacar biasanya akan dicap kurang gaul, tidak laku, tidak keren, dan sebutan-sebutan lainnya.

Namun, tak ayal banyak orang tua yang melarang bahkan menyuruh anaknya untuk tidak bergaul ataupun melakukan kontak fisik dengan lawan jenisnya supaya terhindar dari pacaran. Karena mayoritas orang tua hanya melihat dampak negatifnya saja dari istilah pacaran itu.

Padahal dampak positifnya dari istilah pacaran juga banyak, meski tidak sedikit dari orang-orang menganggap pacaran itu hanya memancing syahwat, bisa membuat seorang akan melakukan seks bebas yang dimulai dari pendekatan hingga akhirnya terbuka akan hal yang negatif. Bahkan sering terjadi konflik dengan teman yang disebabkan berebut gebetan.

Nah, biar kita para remaja tidak salah kaprah dalam menggunakan istilah pacaran, mari kita mengulik lebih dalam beberapa dampak positif pacaran.
Pertumbuhan Pribadi/Prestasi

Pacaran memberi seorang remaja peluang ataupun kesempatan untuk mengembangkan diri lebih baik. Dalam suatu hubungan, orang lebih cenderung belajar banyak tentang preferensi/prioritas, kebutuhan, dan batasan mereka.

Berdiskusi dengan pacar juga mendorong refleksi diri, yang membantu seorang remaja untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka serta mengidentifikasi bagaimana cara mereka dapat tumbuh dan berkembang.

Tidak hanya itu, pacaran juga bisa memberikan dampak meningkatnya prestasi kemampuan belajar yang merupakan salah satu dampak positif pacaran yang sering dijadikan jawaban remaja.

Mengapa berpacaran dapat meningkatkan kualitas? Hal ini bisa terjadi karena dapat mendorong semangat seseorang untuk meningkatkan prestasinya ketika bertemu pacar dan bisa saling bertukar pikiran, dengan hal tersebut seorang remaja bisa belajar bersama dan saling melengkapi kekurangan pasangannya.
Pengembangan Keterampilan Sosial

Hubungan romantis yang melibatkan komunikasi dengan efektif dan penyelesaian konflik dengan baik. Melalui pacaran, seorang remaja bisa meningkatkan keterampilannya dengan belajar mendengarkan bersama pacar secara empati, berbicara jujur, dan mengungkapkan perasaannya dengan cara yang sehat.

Selain itu, dengan berpacaran kita dapat mengembangkan keterampilan mengelola konflik dengan bijak, mencari solusi yang efektif terhadap kedua belah pihak, dan memahami pentingnya kompromi.

Namanya juga manusia pasti mempunyai problem hidup yang berbeda-beda, apalagi seorang remaja yang hidupnya mulai di tempa berbagai masalah ekonomi dan keluarga. Tapi dengan mempunyai hubungan spesial dengan seseorang alias pacaran, kita bisa sedikit curhat masalah yang sedang kita hadapi.

“Biasanya ayang atau pacar tidak hanya memberikan solusi, melainkan juga menghibur, bahkan memberi motivasi agar kita tetap tegar dalam menghadapi masalah yang sedang menempa,” kata Aang, mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember semester 8.

Selain mendapatkan resolusi, kita juga dapat mengasah kemampuan diri berkat support dari orang yang kita sayang (pacar). Karena kita sejatinya makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan kasih sayang orang lain.

Nah, dengan berpacaran kita tidak merasa sepi dengan kehidupan, melainkan hidup kita bisa merasa berwarna dengan kehadiran orang lain apalagi orang yang kita sayangi selain keluarga, yaitu pacar.

Dukungan Emosional

Pacaran juga dapat menjadi sumber dukungan emosional yang penting bagi remaja. Saat para remaja ataupun mahasiswa menghadapi tekanan akademis, stres, atau tantangan hidup lainnya, pasangan yang tepercaya dan suportif dapat memberikan kenyamanan dan pengertian.

Dukungan emosional ini dapat membantu remaja mengatasi kesulitan dengan lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan bahkan kehidupan masa depan mereka lebih mapan.

Selain itu, kita juga bisa mendapatkan rasa aman. Sebab tak hanya orang tua yang dapat melindungi anaknya, akan tetapi pasangan juga tak kalah perannya dalam melindungi dan memberikan rasa aman.

Karena, orang tua tak akan mampu jika harus mengawasi dan melindungi di dua tempat yang berbeda. Oleh karenanya pasanganlah yang bertugas untuk melindungi ketika berada di luar, sehingga kita terasa aman di mana pun berada.

Akan tetapi sangat penting untuk diingat bahwa dampak positif pacaran tidak bersifat universal dan setiap individu memiliki pengalaman berbeda. Pacaran juga dapat menghadirkan banyak tantangan, seperti mengatur waktu dengan bijak dan menjaga keseimbangan antara kehidupan romantis dan akademis.

Oleh karena itu, penting bagi remaja apalagi mahasiswa untuk menjaga keseimbangan dan menghormati diri sendiri tanpa melupakan pasangan.
Pacaran dapat menjadi pengalaman berharga dan membantu remaja tumbuh sebagai individu yang bertanggung jawab.

Namun keputusan untuk berpacaran harus didasari oleh kematangan emosi, kesiapan mental, dan komitmen yang kuat. Setiap individu hendaknya mempertimbangkan dulu dampak positif dan negatif pacaran sebelum menjalin hubungan romantis.

Kesimpulannya, pacaran dapat memberikan banyak dampak positif bagi remaja. Pacaran memungkinkan remaja untuk tumbuh secara pribadi, yang awalnya introver bisa jadi ekstrover, mengembangkan keterampilan sosial, mempelajari nilai-nilai berharga, dan menemukan dukungan emosional.

Namun perlu diingat bahwa setiap hubungan memiliki dinamika yang berbeda, dan penting bagi remaja wabil khusus mahasiswa untuk menjaga keseimbangan dan komitmen dirinya serta pasangannya agar tidak terjerumus ke dalam lubang kehancuran, melainkan membantu akselerasi progresivitas masa depan.

 

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Perbankan Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan alumnus Ponpes Annuqayah Daerah Lubsel.

Editor : Halo Jember
#opini #remaja #pacaran