Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Atlet Gantole Kehilangan Tempat Latihan

Dwi Siswanto • Senin, 22 September 2025 | 01:25 WIB

 

atlet gantole jatim berlatih di Bandara Notohadinegoro, Jember
atlet gantole jatim berlatih di Bandara Notohadinegoro, Jember

WIROWONGSO, Radar Jember - Bandara Notohadinegoro di Kelurahan Wirowongso, Kecamatan Ajung, sejak lama menjadi pusat latihan atlet gantole.

Bukan hanya dari Jember tetapi juga dari seluruh Jawa Timur. Namun, seiring rencana reaktivasi bandara, para atlet gantole terancam kehilangan lokasi latihan rutin mereka.

Ketua Cabor Gantole Jember, Nawawi, menjelaskan Bandara Notohadinegoro selama ini menjadi tempat paling ideal untuk latihan.

Area yang luas, jalur lepas landas panjang, dan lokasinya yang jauh dari permukiman membuat bandara tersebut dipilih sebagai pusat latihan atlet gantole se-Jatim. “Pihak gantole provinsi Jatim selalu berkoordinasi dengan pihak bandara, mulai izin terbang hingga kebutuhan teknis lainnya,” ujarnya.

Setelah Porprov Juli lalu, tim gantole Jatim tidak lagi berlatih di Bandara Notohadinegoro.

Mereka memilih Bukit Pasir di Paseban, Kencong. Hal itu untuk menyesuaikan dengan format pertandingan Kejurnas.

“Kalau Kejurnas, format tandingnya turun dari bukit, jadi latihan juga di bukit. Kalau Porprov, formatnya ditarik motor, makanya latihannya di bandara,” terang Nawawi.

Sejak Porprov tersebut, pihak gantole Jatim memang belum kembali berkoordinasi terkait izin latihan di Bandara Notohadinegoro. Nawawi mengaku khawatir para atlet tidak bisa lagi menggunakan bandara setelah reaktivasi dilakukan.

Terlebih, berbeda dengan atlet gantole jatim yang berlatih di bandara setiap empat bulan sekali. Sementara, atlet gantole Jember rutin berlatih tiap akhir pekan.

“Biasanya kami latihan Sabtu-Minggu. Sekarang memang sedang istirahat setelah Porprov. Gantole provinsi akan berkoordinasi apakah Bandara Notohadinegoro Jember ini bisa dipakai lagi atau tidak. Karena jadwal terbang di bandara kan Selasa-Kamis,” jelasnya.

Jika nantinya Bandara Notohadinegoro benar-benar tidak bisa lagi digunakan. Maka, gantole Jatim i masih punya opsi latihan lain di Bangkalan dan Probolinggo. Sementara atlet Jember bisa memanfaatkan Bukit Pasir Pantai Paseban sebagai lokasi latihan rutin.

Untuk diketahui, alat gantole milik provinsi saat ini masih berada di Jember, tepatnya di kediaman salah satu atlet, Febiano, di Mumbulsari.

“Jumlahnya sekitar 10 unit, semuanya milik provinsi. Jember belum punya gantole sendiri. Satu unit harganya lebih dari seratus juta. Harapannya, suatu saat ada fasilitas alat untuk atlet Jember,” pungkas Nawawi. (yul/dwi)

 

Editor : Dwi Siswanto
#bandara notohadinegoro #jember #gantole