Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kenalan Sama Klepon, Jajanan yang Udah Keliling Dunia Sejak Lama

Dwi Siswanto • Jumat, 28 November 2025 | 01:31 WIB
Klepon diambil dari website corner
Klepon diambil dari website corner

Halo Jember - Klepon adalah salah satu kudapan tradisional Jawa yang memiliki perjalanan panjang sekaligus kaya makna.

Berakar dari Pasuruan, Jawa Timur, keberadaannya sudah terdokumentasi sejak awal abad ke-19 dalam naskah kuno yang mencatat berbagai hidangan dalam jamuan dan ritual adat.

Sejak dahulu, klepon menjadi bagian dari keseharian masyarakat baik sebagai teman minum teh dalam tradisi Jawa maupun sebagai pelengkap jajanan pasar seperti cenil dan getuk.

Pada masa lampau, masyarakat Pasuruan juga kerap membagikannya kepada kerabat yang sedang sakit sebagai bentuk kepedulian.

Perjalanan budaya klepon meluas ketika para perantau Indonesia memperkenalkannya ke Belanda pada tahun 1950-an.

Di sana, klepon hadir di restoran Indonesia dan toko oriental hingga menjadi bagian dari memori kuliner diaspora.

Penyebarannya juga merambah Malaysia, Singapura, Brunei, dan beberapa wilayah Indonesia dengan nama berbeda seperti buah Melaka atau onde-onde Jawa.

Meskipun tersebar luas, bentuk dasar klepon tetap khas: bulatan hijau bertekstur kenyal dengan taburan kelapa parut dan isian gula merah cair yang meledak lembut ketika digigit.

Warna hijaunya berasal dari daun suji atau pandan, sementara teksturnya yang lembut membuatnya disukai banyak generasi.

Beberapa daerah memiliki variasi, seperti klepon Bali yang kulitnya lebih tipis dan kenyal serta bentuknya sedikit lonjong dengan ujung runcing.

Variasi ini membuat gula merah di dalamnya cepat menyebar ketika disantap, tetapi tidak menghilangkan identitas utamanya sebagai kudapan manis yang sederhana.

Filosofi klepon juga sangat kuat. Warna hijau melambangkan kehidupan dan ketenangan, sementara gula merah cair menggambarkan kebaikan hati yang akan tampak pada waktunya. Kelapa parut di bagian luar menyiratkan kebersamaan dan lapisan pengalaman hidup.

Baca Juga: Lewat Festival dan Expo Sapi Jawa Timur 2025, Jember Gaungkan Semangat Gotong Royong dan Sinergi Ekonomi Daerah

Proses perebusan dalam air mendidih sering dimaknai sebagai perjalanan manusia yang harus menghadapi tantangan sebelum mencapai hasil terbaik.

Bahan-bahan seperti tepung ketan, kelapa, pandan, dan gula merah mencerminkan kedekatan masyarakat dengan alam serta kesadaran bahwa kebahagiaan bisa lahir dari hal-hal sederhana.

Sejak masa lampau hingga kini, klepon tetap menjadi jajanan yang mudah ditemui di pasar tradisional karena bahan serta pembuatannya sederhana.

Penyebaran melalui pedagang dan perantau membuatnya semakin meluas ke berbagai daerah dan negara.

Dalam beberapa wilayah, penamaan klepon kerap menimbulkan kerancuan dengan onde-onde wijen khas Tionghoa, meski keduanya berbeda.

Namun, di Belanda nama klepon tetap dipertahankan karena dibawa langsung oleh imigran dari Pasuruan.

Kini, klepon terus beradaptasi dengan hadirnya inovasi rasa seperti cokelat, keju, matcha, hingga bentuk modern seperti klepon latte dan klepon cake.

Meski tampil dengan berbagai variasi baru, klepon tetap mempertahankan identitasnya sebagai simbol kesederhanaan, kehangatan, dan kebahagiaan dari hal kecil dalam kuliner Nusantara.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#pasuruan #klepon #kudapan tradisional #kuliner dispora #jawa timur