Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjual Jiwa, Puisi Karya Hafiz Azhari

Yulio Faruq Akhmadi
Ilustrasi Puisi Penjual Jiwa (Ijal/Yulio/Gemini/RJ)
Ilustrasi Puisi Penjual Jiwa (Ijal/Yulio/Gemini/RJ)

Advertisement

 

Penjual Jiwa
 
Sastrawan terkemuka Johann Wolfgang von Goethe
adalah seorang Muallaf dari Jerman
yang mengguratkan kisah dalam karya besarnya,
perihal seorang akademisi dan ilmuwan
bernama Doktor Faust.
Di tengah frustrasi dan keputus-asaan hidupnya,
Faust rela menggadaikan jiwanya kepada Iblis Mefisto,
serta berikrar bahwa ia akan menjadi pengikutnya.
Tak lama kemudian penemuan ilmiahnya menjadi viral,
dibicarakan dan digunjingkan banyak orang.
Seketika Faust menjadi orang populer dan terkenal,
sekaligus menjadi teladan kaya-raya di zamannya.
Namun di akhir hayatnya, ia menyesal sejadi-jadinya,
karena merasa kesulitan tak sanggup melepaskan diri
dari bayang-bayang Iblis Mefisto,
yang sedang tertawa menyeringai,
seraya menunggu sang Penjual Jiwa,
di depan pintu gerbang Neraka Jahannam
yang siap melahapnya.

Oleh Hafiz Azhari, Peneliti Historical Memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

Advertisement

 

Advertisement
Editor : Yulio Faruq Akhmadi

Artikel Terkait

Menyapa Tanpa memakasa, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’ 

Menyapa Tanpa memakasa, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’ 

Menyapa Tanpa memakasa, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’ 

Dunia yang Fana, Puisi Karya Hafiz Azhari

Dunia yang Fana, Puisi Karya Hafiz Azhari

Dunia yang Fana, Puisi Karya Hafiz Azhari

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Jalan Senyap, Puisi Karya Kasyafa Tanzilul Qiro’

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer