Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Frekuensi Iblis, Puisi Karya Hafis Azhari

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Frekuensi Iblis, Puisi Karya Hafis Azhari. (IJAL/AI/HALOJEMBER)
Frekuensi Iblis, Puisi Karya Hafis Azhari. (IJAL/AI/HALOJEMBER)

Advertisement

 

Frekuensi Iblis


Di tengah kegelapan malam yang pekat,
manusia akan bicara jujur apa adanya,
perihal nasibnya serta luka yang menimpa dirinya,
bahkan rasa frustasi yang sedang menghinggapinya.
Mereka dapat saja menyendiri dan berkhalwat
di Goa Hira, Goa Maria, Bukit Kemukus,
Bukit Thursina maupun Gunung Kawi.
Manusia dapat saja melontarkan segala hasrat,
keinginan dan cita-citanya,
bergantung dari apa yang hendak dicapainya.
Jika Anda terobsesi menjadi seorang penguasa,
apakah Anda bercita-cita meluruskan
dan membenahi peradaban umat?
Ataukah sekadar mementingkan hasrat kekayaan
yang bersifat materialistik belaka?
Jika pilihan kedua yang Anda harapkan,
tidak menutup kemungkinan Anda sedang berada
dalam frekuensi yang sama dengan setan dan Iblis,
yang hanya mementingkan urusan perut,
sambil menggadaikan kehidupan akhirat
yang bersifat abadi dan sejati.

Advertisement

 

Karya: Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.

Advertisement

Artikel Terkait

Sang Presiden, Puisi Karya Hafis Azhari

Sang Presiden, Puisi Karya Hafis Azhari

Ketika turun dari jabatannya, Fulan menolak mengembalikan kotak abu-abu yang dulu dipinjamnya dari Iblis Mefisto. Dia merasa takut jika kotak itu diserahkan, ia akan tertangkap KPK dan diseret ke teng

Sultan Mehmed, Puisi Karya Mu’min Roup

Sultan Mehmed, Puisi Karya Mu’min Roup

Sultan Mehmed, Puisi Karya Mu’min Roup

Kesucian Jiwa, Puisi Karya Oleh Mu’min Roup

Kesucian Jiwa, Puisi Karya Oleh Mu’min Roup

Kesucian Jiwa, Puisi Karya Oleh Mu’min Roup

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer