
Pengemis Berjubah Taqwa
Kehidupan dan takdir berada di tangan Tuhan,
demikian petuah yang kerap kita dengar
dari kalam-kalam orang bijak.
Begitulah kehidupan,
ketika seorang lelaki tua berjalan di ujung gang,
dengan pakaian compang-camping
dan langkah yang kian goyah dimakan usia.
Penampilannya sederhana,
wajahnya menyimpan letih yang panjang.
Orang-orang memandangnya sebelah mata,
hingga predikat pengemis melekat
dari lisan masyarakat yang tak pernah benar-benar mengenalnya.
Namun, di balik pakaian yang lusuh,
ada kesabaran yang diam-diam ia peluk.
Ocehan dan hinaan menjadi santapan harian,
dilontarkan oleh mereka yang begitu mudah merendahkan manusia
Ia tak membalas, sebab, di antara getirnya kehidupan,
ia masih menggenggam keyakinan
bahwa Tuhan tak pernah luput melihat
air mata yang jatuh tanpa suara.
Karya Frenki Adi, Mahasiswa Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir UINKHAS Jember asal Sumenep Madura.




