Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengemis Berjubah Taqwa, Puisi Karya Frenki Adi

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Pengemis Berjubah Taqwa

Kehidupan dan takdir berada di tangan Tuhan,
demikian petuah yang kerap kita dengar
dari kalam-kalam orang bijak.
Begitulah kehidupan,
ketika seorang lelaki tua berjalan di ujung gang,
dengan pakaian compang-camping
dan langkah yang kian goyah dimakan usia.
Penampilannya sederhana,
wajahnya menyimpan letih yang panjang.
Orang-orang memandangnya sebelah mata,
hingga predikat pengemis melekat
dari lisan masyarakat yang tak pernah benar-benar mengenalnya.
Namun, di balik pakaian yang lusuh,
ada kesabaran yang diam-diam ia peluk.
Ocehan dan hinaan menjadi santapan harian,
dilontarkan oleh mereka yang begitu mudah merendahkan manusia
Ia tak membalas, sebab, di antara getirnya kehidupan,
ia masih menggenggam keyakinan
bahwa Tuhan tak pernah luput melihat
air mata yang jatuh tanpa suara.

Advertisement

 

Karya Frenki Adi, Mahasiswa Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir UINKHAS Jember asal Sumenep Madura.

Advertisement

Artikel Terkait

Nasehat Mulyono, Puisi Karya Hafis Azhari

Nasehat Mulyono, Puisi Karya Hafis Azhari

Nasehat Mulyono Wahai Anakku, sesungguhnya bangsa ini tak ubahnya masyarakat Jahiliyah di era Muhammad, yang masih sibuk menyembah berhala-berhala dalam bentuk benda pusaka dan dewa-dewi leluhur

Yang Tidak Masuk Tulisan, Puisi Karya M Taofik

Yang Tidak Masuk Tulisan, Puisi Karya M Taofik

Yang Tidak Masuk Tulisan Ada peluh yang tidak pernah sampai ke halaman. Ia mengering lebih dulu di punggung kursi dan ujung lengan baju. Malam menyimpan beberapa kalimat gagal. Sebagian dibuang

Bianca, Puisi Karya Achmad Raidi

Bianca, Puisi Karya Achmad Raidi

Sore tak memberimu lengang apalagi tenang gugur-gugur dedaunan  dari ranting rambutmu yang tampak senja

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer