Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aturan Main Bakiak: Simpel tapi Menantang

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
SERU: Sejumlah siswa di Bondowoso saat bermain bakiak. (Foto: Faqih Humaini/Radar Ijen)
SERU: Sejumlah siswa di Bondowoso saat bermain bakiak. (Foto: Faqih Humaini/Radar Ijen)

BONDOWOSO, Halo Jember - Permainan tradisional bakiak cukup jarang dimainkan. Tetapi di Bondowoso, tepatnya di Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin, anak-anak setempat masih memainkan dan melestarikannya.


Advertisement

 

Cara bermain bakiak cukup sederhana. Setiap pemain harus menempatkan satu kakinya di dalam selop yang telah terpasang sejajar di atas papan.

Tantangannya adalah bagaimana seluruh anggota tim bisa melangkah secara bersamaan. Jika tidak kompak, maka tim akan kehilangan keseimbangan dan jatuh.

Advertisement

Kepala SDN Rejoagung 5 Kecamatan Sumberwringin, Hartono menyebutkan, permainan bakiak dimulai dengan aba-aba dari salah satu anggota atau juru aba-aba di depan.

Biasanya pemain menghitung ritme langkah seperti kiri, kanan, kiri, kanan untuk menyatukan gerakan seluruh tim.

Kerja sama yang solid menjadi kunci utama agar langkah kaki tidak timpang dan tim bisa maju dengan lancar.

Advertisement

“Yang sulit justru bukan berjalan cepat, tapi menyamakan langkah. Anak-anak sering tertawa sendiri saat jatuh karena tidak kompak,” katanya.

Dia menambahkan, permainan ini sangat efektif dalam melatih koordinasi dan kekompakan siswa sejak dini.

Lintasan permainan biasanya dibuat di halaman sekolah dengan panjang sekitar 10 hingga 20 meter.

Pemenangnya ditentukan oleh tim atau kelompok yang mencapai garis finis paling cepat.

Selain menantang secara fisik, permainan bakiak ternyata juga melatih konsentrasi.

Dia menjelaskan, para pemain harus memperhatikan aba-aba dengan serius, menjaga keseimbangan, serta menyesuaikan irama kaki dengan rekan-rekannya.

“Kami ingin anak-anak belajar kebersamaan, kesabaran, dan tidak malu untuk mencoba sesuatu yang berasal dari budaya sendiri. Bakiak adalah warisan yang patut kita lestarikan,” pungkasnya. (faq/dwi)

Advertisement

Artikel Terkait

Pengasuhan Berkelanjutan Berbasis Sinergi Multisektoral di Bondowoso, Opini Oleh A. Mansur

Pengasuhan Berkelanjutan Berbasis Sinergi Multisektoral di Bondowoso, Opini Oleh A. Mansur

TULISAN ini berangkat dari pandangan bahwa perceraian tidak mengakhiri seluruh hubungan hukum antara orang tua dan anak.

Jadi Tempat Pertemuan Angin, Banyuwangi Diprediksi BMKG Musim Hujan Lebih Awal Dibanding Wilayah Tap

Jadi Tempat Pertemuan Angin, Banyuwangi Diprediksi BMKG Musim Hujan Lebih Awal Dibanding Wilayah Tap

Berdasarkan analisis peta prakiraan cuaca deterministik BMKG, terdapat beberapa faktor utama yang melatarbelakangi mengapa hujan turun lebih awal di Banyuwangi

Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jadi Ajang Adu Skill plus Jaga Sportivitas, Tim Jember, Bondowoso, dan Lumajang Ramaikan Persaingan

Bahlil Mini Soccer Zona 10 Jadi Ajang Adu Skill plus Jaga Sportivitas, Tim Jember, Bondowoso, dan Lumajang Ramaikan Persaingan

Pertandingan dibuka secara simbolis melalui tendangan dari Anggota DPRD Jawa Timur Achmad Anis. Pembukaan juga dihadiri Wakil Ketua Pratama DPD Partai Golkar Jatim Akhsanul Yaqin Rifat, Ketua Panitia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer