HALO JEMBER - Menjelang Hari Raya Idul Adha, ada hari yang ditunggu-tunggu umat Islam. Bagi yang berhaji, momentum itu adalah wukuf di Arafah.
Sementara bagi umat Islam yang tidak sedang haji, dianjurkan untuk puasa Arafah. Kapan pelaksanaannya?
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dan dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Sebelumnya, pada Selasa (19/5/2025) lalu, Kementerian Agama telah menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1446 H.
Hasil sidang tersebut menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1446 H akan dirayakan pada Jumat, 6 Juni 2025.
Selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai ibadah sunnah, termasuk puasa. Dua hari yang paling ditekankan adalah tanggal 8 Dzulhijjah dan tanggal 9 Dzulhijjah.
Berdasarkan keputusan pemerintah tersebut, berikut jadwal pelaksanaan puasa sunnah:
Puasa Tarwiyah : Rabu, 4 Juni 2025
Puasa Arafah : Kamis, 5 Juni 2025
Niat Puasa Arafah
Mengutip NU Online, adapun niat Puasa Arafah adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”
Bacaan niat itu dilafalkan saat malam hari atau sebelum sahur. Bagaimana jika lupa membaca lafal?
Mayoritas ulama menyebut, kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.
Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari selagi belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga gelincir matahari atau Dzuhur.
Adapun lafal niat puasa sunnah Arafah di siang hari adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”*
Editor : Sidkin