Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Klenik Makan Daging Kucing: Ritual Mistis yang Masih Hidup di Balik Gelapnya Malam

Dwi Siswanto • Kamis, 23 Oktober 2025 | 21:13 WIB
“Klenik Makan Kucing” Gambar:IDN times
“Klenik Makan Kucing” Gambar:IDN times

Halo Jember, — Di tengah dunia modern yang serba logis, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang mempercayai praktik-praktik mistis yang sulit dijelaskan nalar.

Salah satunya adalah fenomena klenik makan kucing, sebuah ritual yang diyakini dapat memberikan kekuatan supranatural, keberanian, atau bahkan pesugihan.

Meski terdengar ekstrem dan tidak manusiawi, kisah tentang ritual ini tetap beredar dari mulut ke mulut. Dari cerita warga desa hingga unggahan anonim di media sosial, semuanya menambah lapisan misteri pada praktik yang disebut-sebut berasal dari warisan ilmu hitam kuno.

Bagi sebagian orang, cerita itu hanya takhayul kampung. Namun bagi yang percaya dunia gaib masih berdetak di antara manusia, praktik seperti ini bukan hal mustahil.

Kucing selalu punya tempat istimewa dalam banyak kebudayaan. Di Timur Tengah, ia dihormati. Di Eropa abad pertengahan, ia ditakuti.

Di sebagian wilayah Nusantara, kucing dipercaya sebagai
makhluk yang bisa menembus alam halus.

“Orang tua dulu bilang, kalau kucing sering menatap kosong ke dinding, berarti dia sedang melihat makhluk halus,” kata pak salek, warga dusun Tegal Paron, Desa selodakon, Jember.

Ia mengaku sejak muda sering mendengar kabar tentang orang yang menggunakan kucing dalam ritual pesugihan atau ilmu kebal.

Bagi kalangan tertentu, makan daging kucing dianggap cara “menyerap kekuatan” hewan itu. Dukun-dukun tua dipercaya memberi syarat khusus: harus kucing hitam, tidak boleh mati karena sebab wajar, dan dilakukan pada malam Jumat Kliwon.

Pak salek tak pernah melihat langsung. Tapi, ia ingat cerita temennya dulu yang pernah merantau di daerah Banyuwangi.

“Ada warga yang tiba-tiba kaya mendadak, katanya habis ‘tirakat kucing’. Entah benar atau tidak, tapi sejak itu dia dijauhi orang kampung,” ujarnya.

Kadang muncul di warung kopi, di tengah malam, saat listrik mati, atau di grup WhatsApp warga yang membicarakan hal-hal aneh.

Kisah-kisah ini berfungsi seperti dongeng: menakutkan tapi penuh pesan moral.
Ia mengingatkan manusia agar tidak menempuh jalan gelap hanya demi kekuasaan atau kekayaan.

Klenik makan kucing mungkin hanya cerita lama yang dibungkus misteri, tapi ia juga cermin sisi gelap manusia — sisi yang selalu ingin menantang batas antara yang nyata dan tak kasat mata.

Dan di antara kabut malam yang turun pelan, kisah itu masih berbisik:
bahwa di balik rasa takut, ada keinginan manusia untuk menguasai sesuatu yang sebenarnya tak perlu dikuasai.

Pewarta: Ferdi Harahap

Editor : Dwi Siswanto
#Praktik #kucing #ritual #makan daging kucing #dukun #makan kucing