Halo Jember - Apakah kamu berpikir semua hiu di bumi itu agresif dan berbahaya bagi manusia? Ternyata tidak, lho.
Ada satu spesies hiu raksasa yang justru dikenal sangat jinak dan sama sekali tidak berbahaya bagi manusia, yaitu hiu penjemur atau basking shark (Cetorhinus maximus).
Hiu penjemur merupakan ikan terbesar kedua di dunia setelah hiu paus. Meski panjang tubuhnya bisa mencapai 7 hingga 8 meter, bahkan dalam beberapa kasus lebih dari itu, spesies ini bukanlah predator buas.
Makanan utamanya hanyalah plankton serta organisme kecil di laut, yang mereka saring dengan mulutnya yang sangat lebar saat berenang perlahan di permukaan air.
Sebagian besar waktunya memang dihabiskan di dekat permukaan laut.
Kebiasaan ini membuat mereka tampak seperti sedang “berjemur”, sehingga diberi nama hiu penjemur. Padahal, perilaku itu sebenarnya adalah cara mereka menyaring makanan.
Meski sering terlihat santai di permukaan, hiu ini juga mampu menyelam lebih dalam ketika mencari sumber makanan tambahan, terutama di perairan tropis yang lebih hangat.
Habitat hiu penjemur sangat luas. Mereka dapat ditemukan terutama di Samudra Atlantik dan Pasifik. Di wilayah perairan yang lebih dingin, mereka lebih sering muncul di permukaan, sementara di perairan hangat mereka cenderung menyelam lebih dalam.
Di belahan Bumi Utara, hiu penjemur dapat dijumpai di Samudra Pasifik Utara, termasuk lepas pantai Jepang dan China. Mereka juga hadir di Samudra Atlantik Utara, Samudra Arktik, hingga mencapai lepas pantai tanjung di Norwegia Utara dan Rusia.
Di belahan Bumi Selatan, hiu penjemur ditemukan di perairan Brasil, wilayah dekat Afrika Selatan, serta kawasan subkutub dan beriklim sedang lainnya. Keluasaan habitat ini menunjukkan bahwa basking shark merupakan spesies yang mampu beradaptasi di banyak kondisi laut, asalkan terdapat plankton yang melimpah.
Kendati berukuran raksasa, hiu penjemur dikenal sangat jinak dan tidak menunjukkan perilaku agresif. Mereka cenderung menghindari kontak dengan manusia dan sama sekali tidak memiliki ketertarikan untuk menyerang.
Tak heran jika penyelam yang beruntung bisa menggambarkan pertemuan dengan hiu ini sebagai pengalaman damai dan mengesankan.
Sayangnya, populasi hiu penjemur kini menurun akibat penangkapan berlebih, tabrakan kapal, hingga kerusakan habitat.
Banyak organisasi konservasi menempatkan spesies ini sebagai satwa yang rentan dan harus dilindungi.
Hiu penjemur menjadi pengingat penting bahwa tidak semua hiu menakutkan.
Di balik tubuhnya yang besar, mereka adalah penjaga ekosistem laut yang damai, jinak, dan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan kehidupan di samudra.
Penulis: Agil Prasetyo