Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ternyata ini Filosofi Lampion Imlek, Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

Halo Jember • Kamis, 8 Februari 2024 | 05:14 WIB
Ilustrasi lampion Imlek (Foto : Canva)
Ilustrasi lampion Imlek (Foto : Canva)

HALOJEMBER.COM- Aneka dekorasi pernak- pernik menyambut tahun baru Imlek telah dipasang. Berbagai ornamen serba merah menambah meriah suasana perayaan Imlek.

Lampion-lampion merah bergelantungan di pertokoan dan sepanjang jalan kelenteng. Selain itu ada juga hiasan gantung, patung dewa, pohon sakura dan hidangan khas Imlek.  

Lampion menjadi perhiasan Imlek sejak zaman Dinasti Han (206 SM-220 SM). Pada hari ke 15 para Biksu Budha menyalakan lentera untuk menghormati Buddha.

Kemudian ritual ini diikuti oleh masyarakat umum dan menyebar hingga keluar China.

Pada masa itu juga lampion digunakan sebagai penerangan. Masyarakat Tionghoa zaman dulu memasang lampion sebagai penanda bulan purnama.

Pada masa Dinasti Tang (618-907 M) lampion digunakan untuk dalam setiap perayaan penting sebagai symbol rasa syukur.

Lampion berasal dari bahasa Mandarin denglong yang berarti menerangi. Warna merah lampion melambangkan kemakmuran, kesatuan dan rezeki.

Lampion juga sering digunakan sebagai pengusir kekuatan jahat yang digambarkan dengan raksasa yang bernama Nian.

Masyarakat Tionghoa percaya memesang lampion di rumah dapat menghindarkan penghuninya dari ancaman kejahatan.

Selain itu lampion juga dipercaya memberi jalan dan menerangi rezeki bagi penggunanya. Secara umum lampion menyimbolkan harapan dan masa depan yang lebih cerah.

Sebenarnya lampion bukan hanya berbentuk bulat dan berwarna merah. Kini lampion sudah ada aneka macam warna dan bentuk. Setiap warna memiliki makna.

Lampion warna merah sebagai lambing kekayaan, ketenaran dan kemakmuran. Lampion kuning melambangkan keberuntungan dan netralitas. Lampion hijau dikaitkan dengan kesehatan, kemakmuran dan harmoni.

Saat perayaan Imlek masyrakat Tionghoa memeriahkannya dengan festival lampion. Festival ini menandai berakhirnya perayaan Imlek.

Cahaya lampion tentu menciptakan pemandangan yang indah. Saat perayaan festival ini para anggota berkumpul dan menikmati cahaya lampion yang bersinar.

Tradisi lampion ini telah berlangsung selam ratusan tahun dan tetap dijaga meski terus mengalami perkembangan. Makna dan simbolisme tetap dijaga dan tidak bole diubah. Lampion melambangkan harapan dan keuntungan serta persatuan.

 

  

Editor : Halo Jember
#imlek #lampion