HALOJEMBER - Hari Raya Idul Fitri atau yang biasa disebut lebaran merupakan hari yang sangat dinanti-nantikan setelah berpuasa satu bulan penuh.
Karena itu, momen ini menjadi hari yang spesial bagi umat muslim di seluruh dunia.
Dalam merayakannya, setiap negara atau bahkan setiap daerah memiliki cara yang berbeda-beda.
Indonesia sendiri memiliki tradisi perayaan sendiri yang dilakukan ketika hari raya Idul Fitri.
Tradisi khas yang dilakukan ketika lebaran membuat perayaan Idul Fitri menjadi lebih meriah. Berikut beberapa tradisi lebaran di Indonesia.
Mudik
Kata mudik berasal dari bahasa Jawa mulih dhilik yang berarti pulang sebentar. Mudik merupakan tradisi pulang kampung yang dilakukan masyarakat yang merantau untuk merayakan bersama keluarga di kampung halaman.
Bagi orang yang merantau, mudik seakan momen yang wajib dilakukan oleh para perantau ketika lebaran tiba.
Takbir keliling
Hari raya Idul Fitri ditandai dengan dikumandangkannya takbir. Biasanya malam sebelum lebaran atau pada malam hari raya Idul Fitri banyak diramaikan oleh orang-orang yang melakukan takbir keliling.
Takbir keliling kampung ini dilakukan dengan memakai keendaraan atau dengan berjalan kaki sambil menabuh kentongan.
Ketupat dan opor ayam
Jika berbicara tentang lebaran, maka hidangan ini tentu tidak boleh dilewatkan untuk dibahas.
Ketupat dan opor ayam merupakan hidangan yang identik disajikan ketika lebaran. Pada saat hari raya Idul Fitri, hampir setiap rumah memiliki hidangan khas ini.
THR (Tunjangan Hari Raya)
Tradisi ini biasanya dilakukan oleh perusahaan atau lembaga kepada karyawannya.
Namun semakin dini istilah THR juga digunakan ketika orang yang lebih tua membagikan uang lebaran kepada anak-anak atau anggota keeluarga yang lebih muda.
Momen ini menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan ketika lebaran.
Bakar petasan dan kembang api
Tradisi membakar petasan dan kembang api pada malam hari raya menjadi hiburan tersendiri bagi penikmatnya.
Meski tidak di setiap daerah melakukan tradisi ini, kegiatan ini dilakukan untuk turut memeriahkan malam hari raya Idul Fitri.
Penulis: MG25 Ana Muthi'ah Fajriyah