HALOJEMBER- Puasa adalah salah satu ibadah wajib di Bulan Ramadan yang dilakukan oleh umat muslim. Dimana memiliki pengertian adalah kegiatan yang mengharuskan umat Islam untuk menahan diri dari makan dan minum, juga hal atau perbuatan yang bisa membatalkannya.
Tak heran jika banyak orang menjadikan puasa sebagai ajang untuk menurunkan berat badan, sebab kewajiban untuk menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga petang.
Akan tetapi, keinginan itu berbalik dengan fakta, yang justru pada kenyataannya puasa malah membuat beberapa orang naik berat badannya.
Kira-kira apa yang membuat puasa di bulan ramadhan justru membuat naik berat badan pada sebagian orang? Simak berikut penjelasannya!
Baca Juga: Jember Menuju Akhir Musim Hujan, Ingat Angin Kencang dan Petir Masih Jadi Ancaman
Asupan makan yang berlebihan
Menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari tentu merasa sangat lapar adalah hal yang wajar. Jadi, bukan sesuatu yang mengejutkan jika banyak orang cenderung untuk makan secara berlebihan.
Keinginan untuk makan banyak ini dasarnya datang dari sebuah ilusi yang telah dibangun saat perut masih kosong. Kebiasaan seperti ini yang bisa membuat berat badan semakin bertambah dalam waktu dekat.
Alangkah baiknya jika hindari kebiasaan makan yang berlebihan untuk tetap menjaga kestabilan berat badan kamu.
Baca Juga: Jejak Dakwah KH Abdul Muchit Muzadi yang Bukunya Menjadi Rujukan Akademisi
Konsumsi makanan dan minuman manis
Saat tengah menjalankan puasa, badan merasakan lemas dikarenakan asupan gula di tubuh mengalami penurunan begitupun cairan di tubuh turut menurun. Oleh karena itu, kita disarankan untuk berbuka dengan yang manis-manis seperti kurma dan kudapan dengan rasa manis lainnya.
Kandungan gula alami sendiri merupakan karbohidrat sederhana yang bisa mengembalikan energi dalam tubuh sedikit demi sedikit. Namun, kandungan gula apabila dikonsumsi terus menerus juga tidak baik untuk tubuh.
Pada umumnya, mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis justru membuat nafsu makan bertambah, dimana hal itu akan berpengaruh pada kenaikan berat badan.
Konsumsi makanan berminyak
Keinginan untuk makan dan minum sesuatu yang segar sudah terlintas di kepala. Maka, tidak heran jika saat berbuka, kita akan mencoba makanan yang telah kita pikirkan. Makanan berminyak sudah pasti menjadi favorit banyak orang, karena rasanya yang variatif.
Namun, dibalik rasanya yang enak, makanan berminyak memiliki kadar lemak yang termasuk besar serta kalorinya yang tinggi, yang mana hal itu bisa berdampak pada naiknya berat badan. Dalam beberapa literatur internet juga sudah dijelaskan bahwa makanan yang berminyak serta cepat saji bisa menimbulkan kenaikan pada berat badan.
Malas Berolahraga
Rasa lapar dan rasa haus yang dirasakan oleh seseorang akhirnya membuat mereka malas untuk melakukan aktivitas.
Mereka yang berpuasa cenderung mengurangi aktivitas yang seharusnya dilakukan setiap hari, seperti salah satu contohnya berolahraga. Perlu diketahui, olahraga sangat penting untuk kebugaran dan kesehatan tubuh.
Belum lagi olahraga membantu dalam menjaga kestabilan berat badan. Untuk itu, sebaiknya ketika puasa pun, penting untuk melakukan olahraga jenis ringan seperti bersepeda, jogging, juga yoga selama 15 hingga 45 menit.
Kurang Tidur Maupun Tidur Setelah Sahur
Begadang adalah sebuah kebiasaan tidur larut malam, bahkan tidak tidur hingga pagi hari. Ketika puasa, kita dianjurkan untuk sahur dan pada sebagian orang akan melakukan begadang supaya waktu sahur tidak terlewatkan.
Terkadang, orang yang sering begadang cenderung mengkonsumsi banyak camilan yang tinggi kalori untuk melawan rasa kantuknya, dimana secara tidak langsung akan meningkatkan asupan kalori secara bertahap.
Begitupun dengan kebiasaan tidur setelah sahur, orang-orang menganggap setelah sahur dengan makanan dan minuman, tidur menjadi salah satu opsi untuk menyimpan energi. Pada kenyataannya, tidur setelah sahur justru membuat makanan tidak bisa dicerna secara optimal, dikarenakan ketika tidur, tubuh dalam mode istirahat dan sistem pencernaan akhirnya melambat.
Hal ini bisa menyebabkan berat badan naik sebab orang yang melakukan kebiasaan ini, cenderung lemas dalam menjalani aktivitas. Dua kebiasaan tersebut perlu dihindari untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan berat badan.
Pada kesimpulannya, puasa sebetulnya memang bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan secara tidak langsung. Namun, hal itu bisa terjadi apabila pola makan dan gaya hidup selama berpuasa sampai berdampak pada berat badan.
Jika, pola makan dan gaya hidup baik, layaknya mengatur porsi makan, lebih memilih makanan yang sehat dan bergizi, serta tetap aktif melaksanakan aktivitas, tentu kenaikan berat badan selama puasa akan tercegah karena pola makan dan gaya hidup yang seimbang.
Bahkan, menurut jurnal dari Poltekkes Kemenkes Jakarta, tulisan Mumun Munigar, tertulis bahwa kontribusi puasa ramadhan untuk menurunkan obesitas sebanyak 50% disusul dengan olahraga 18%. Justru puasa bisa menjadi kesempatan untuk menurunkan berat badan apabila dilakukan dengan cara yang sesuai.
Penulis : Syahidah Dina Ilmasya
Editor : Halo Jember