HALOJEMBER - Kementerian Pertanian memperkirakan hewan kurban nasional pada Hari Raya Idul Adha tahun 2026 mencapai 2,35 juta ekor.
Jumlah ini merupakan realisasi pemotongan resmi yang dilaporkan dan diprediksi terus meningkat.
Namun demikian, angka riil hewan yang dikurbankan di lapangan diyakini jauh lebih tinggi karena ribuan hewan kurban yang disembelih di musala, perumahan, dan pelosok desa sering kali tidak dilaporkan ke dinas terkait.
Baca Juga: Kurbankan Sapi Kembar, Heboh dan Jadi Tontonan Warga di Sumbersari Jember Jawa Timur
Dengan adanya hewan yang dimungkinkan tidak dilaorkan, diperkirakan jumlah hewan yang dipotong mencapai 3,2 juta hewan kurban.
Berikut adalah rincian proyeksi kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban berdasarkan data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH):
Perkiraan Hewan Kurban Nasional:
|
Jenis Hewan |
Kebutuhan |
Ketersediaan |
|
Sapi |
703.348 |
784.668 |
|
Kambing |
913.444 |
1.438.452 |
|
Domba |
443.023 |
959.437 |
|
Kerbau |
14.454 |
34.840 |
Potensi Jumlah Kurban Jauh Lebih Tinggi
Data pemotongan yang tercatat di sistem iSIKNAS Kementerian Pertanian umumnya didominasi oleh laporan dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan masjid-masjid besar di perkotaan.
Baca Juga: Menikmati Sajian Kurban dengan Bijak: Tips Sehat Konsumsi Daging Kambing
Banyak warga di area rural atau kepengurusan RT/RW mandiri langsung membagikan daging kurban tanpa melewati pencatatan formal administrasi pemerintah.
Berkaca pada tren data tahun sebelumnya yang dihimpun Kemneterian Agama melalui Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), angka pelaporan resmi berkisar di angka 1,8 juta ekor, padahal pasokan hewan yang terserap di pasar jauh melampaui angka tersebut.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menjelaskan bahwa melimpahnya stok tahun ini merupakan indikator positif bagi peternak lokal.
"Ketersediaan hewan kurban secara nasional tahun ini sangat aman, bahkan kita mengalami surplus hingga 891 ribu ekor dari total stok 3,24 juta ekor yang disiapkan. Kami memaklumi jika angka pemotongan riil di masyarakat jauh lebih tinggi daripada data statistik yang masuk ke dinas. Masih banyak panitia kurban skala kecil di tingkat RT atau musala pedalaman yang langsung menyembelih dan membagikan dagingnya tanpa sempat melapor ke petugas."
Baca Juga: Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Bau
Meskipun tidak semua pemotongan tercatat secara administratif, fokus utama pemerintah adalah memastikan aspek kesehatan.
“Kami menerjunkan ribuan petugas pemantau ke lapangan untuk menjamin hewan yang dipotong, baik yang dilaporkan maupun tidak, tetap memenuhi syarat syariah serta aman dari risiko penyakit zoonosis." Katanya kepada awak media.
Editor : Hariri HJ