Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

WISATA KOPI BONDOWOSO JATIM: Ada penangkaran luwak yang hasilkan kopi luwak di Kampung Kopi Kluncing

Dwi Siswanto • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 22:04 WIB
di wisata kopi bondowoso ada Kampung Kopi Kluncing yang juga nangkarkan luwak (FAQIH/RADAR JEMBER)
di wisata kopi bondowoso ada Kampung Kopi Kluncing yang juga nangkarkan luwak (FAQIH/RADAR JEMBER)

HALO JEMBER, LUWAK, hewan pemakan buah awalnya dianggap sebagai hama oleh petani kopi. Namun, siapa sangka, hewan nokturnal ini justru menjadi penghasil biji kopi dengan cita rasa tinggi.

Di Kampung Kopi Kluncing Bondowoso, terdapat 20 ekor luwak yang ditangkarkan. Menurut pengelola Suharso, saat musim panen kopi tiba, penangkaran ini mampu menghasilkan puluhan kilogram biji kopi luwak setiap harinya.

Menurutnya, setiap butir kopi yang keluar dari proses alami hewan tersebut memiliki aroma dan rasa yang khas dan tidak bisa disamai dengan cara pengolahan biasa.

Proses pembentukan kopi luwak dimulai dari pemberian pakan berupa biji kopi matang atau merah pada malam hari.

Biji tersebut kemudian keluar dalam bentuk kotoran pada keesokan paginya. Di dalam sistem pencernaan luwak terjadi fermentasi alami yang menjadikan biji kopi memiliki karakter rasa lebih lembut.

Setelah dikumpulkan, biji kopi hasil fermentasi dari kotoran luwak itu dibersihkan secara manual, lalu di jemur di bawah sinar matahari selama 10 hingga 15 hari.

Setelah benar-benar kering, biji kopi disangrai dengan suhu tertentu. Dari proses inilah tercipta kopi yang dikenal sebagai salah satu yang termahal di dunia.

Pengunjung asal Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Hisyam Nugroho, mengaku kagum melihat langsung proses kopi luwak.

“Ternyata butuh ketelatenan tinggi dan waktu lama untuk menghasilkan kopi Luwak. Saya jadi tahu kenapa harganya mahal. Prosesnya alami, tapi penuh perhatian terhadap hewan dan kebersihan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Keberadaan penangkaran luwak di kampung kopi Kluncing tidak hanya menjadi daya tarik wisata edukasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan konservasi dan edukasi, hewan yang dulu dianggap hama kini berubah menjadi sumber penghidupan dan kebanggaan daerah. Bondowoso pun perlahan menegaskan diri sebagai salah satu sentra penghasil kopi unggulan di lereng Ijen. (faq/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#wisata kopi #jember #WISATA KOPI BONDOWOSO #kopi luwak #Kampung Kopi Kluncing #luwak