WONG CILIK
Adalah akar yang memeluk bumi
Tak terlihat namun tetap tegar
Tanpanya pohon peradaban bisa rebah
Karena langkah-langkahnya menanam harapan indah
Wong cilik
Doamu didengar langit
Keringatmu diterima bumi
Ketulusan dan kesederhanaan
Senjata yang mematikan
Wong cilik
Hanya desir angin
Pemberi napas ladang, pasar, dan pelabuhan
Hingga muncul peradaban dan kebiasaan
Walau kerap dilupakan
Wong cilik
Selalu tumbuh
dari peluh yang tak mengeluh
dari harapan yang selalu menghujam
walau masa berkali-kali
mengajarkan kehilangan
Karya: SYARIFUL HIDAYAT, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember.
![]() |
|||
![]() |
|||
Editor : Sidkin

