Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pilihan Hidup, Puisi Karya Hafis Azhari

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi pilihan hidup. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi pilihan hidup. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Pilihan Hidup
 
Sekarang aku lulus dari SMU
dan aku ingin melanjutkan ke perguruan tinggi
pada jurusan yang aku pilih.
Guruku menghendaki agar aku memilih jurusan berbeda.
Bahkan, ayahku pun menghendaki jurusan yang lain lagi.
Tetapi, jika keinginanku selaras
dengan kehendak orang tua dan guruku,
sangat mungkin Tuhan akan meridhoi pilihanku.
Tetapi, fakta kehidupan selalu saja
dihadapkan pada pilihan yang berbeda-beda.
Termasuk Ibrahim sang Bapak Tauhid
memilih pendirian yang berbeda
dengan ayah kandungnya sendiri.
Di satu sisi kita diajarkan, bahwa ridho Tuhan
berada dalam ridho orang tua dan guru kita,
namun di sisi lain kita diperintahkan
agar berjuang memilih yang baik dan benar,
serta tidak bergantung pada aturan leluhur kita.
 
 
Karya: HAFIS AZHARI, Peneliti historical memories, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Jenderal Tua dan Kucing Belang.

Advertisement

Artikel Terkait

Politik Kekuasaan, Puisi Karya Mu’min Roup

Politik Kekuasaan, Puisi Karya Mu’min Roup

Maka, putusan Mahkamah Konstitusi direkayasa agar dapat membuka jalan mulus dan licik bagi kepentingan politik kekuasaan semata.

Wong Cilik, Puisi Karya Syariful Hidayat

Wong Cilik, Puisi Karya Syariful Hidayat

Wong cilik Doamu didengar langit Keringatmu diterima bumi Ketulusan dan kesederhanaan Senjata yang mematikan

Sembuh dengan Ikhlas, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sembuh dengan Ikhlas, Puisi Karya Salim Abuzaid

Sebab sembuh tak pernah berarti lupa, Hanya ikhlas yang memeluk bekasnya Menjadi doa yang kian membisu tapi menuntun langkah pulang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer