Luka yang Terobati
Banyak sekali luka-luka sejarah
yang ditorehkan pada diri Rasulullah,
baik dari kaum musyrikin Qurays, kaum Thaif,
hingga komunitas Yahudi di Madinah.
Dalam Perang Uhud beliau pun terluka,
hingga tanggal giginya oleh hempasan anak panah
yang melesat dari busur para musuhnya.
Namun dalam peristiwa Fathu Makkah,
Nabi dan para sahabat memilih untuk melupakan
segala goresan luka di masa lalunya.
Rasulullah memberi maaf dan pengampunan
bagi mereka yang pernah menorehkan luka,
baik secara fisik maupun spiritual.
Beliau menolak dendam dan amarah.
Bukan seperti yang ditempuh raja-raja terdahulu,
baik Romawi, Mesir maupun Babilonia.
Yang terkenang dalam pikirannya
justru ketika Fatimah anak tercinta,
menyisiri rambut dan membersihkan kepalanya
dari lemparan-lemparan pasir kaum musyrikin,
juga ketika beliau bersender mesra di pangkuan Aisyah,
seakan menjadi obat penenang bagi luka-luka
yang ditorehkan musuh-musuhnya di masa lalu.
Karya Hafis Azhari, Penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.
Editor : Sidkin