Hampa
Tanpa suara dan kata-kata
Tanpa notifikasi dan algoritma
Tanpa validasi semua hampa
Jiwa kosong, hati luka
Hampa dalam modernisasi
Beda kondisi tiap generasi
Hampa bukan lagi kosong
Hampa bukan lagi sendiri
Namun hampa itu tiada wifi
Dulu hampa berarti sunyi
Tak ada kabar, tak ada yang menemani
Kini hampa di tengah ramai
Tapi tak ada layar yang menyapa kembali
Dulu sepi adalah ruang
Tanpa suara, tanpa bayang-bayang
Kini sepi berada di kerumunan
Saat semua sibuk dengan genggaman
Hampa bukan sekadar tiada
Bukan hanya hati yang terluka
Kadang hampa adalah dunia maya
Yang ramai, namun terasa tak nyata
Dulu kosong karena tiada
Kini kosong meski semuanya ada
Namun hati tetap bertanya:
Jika semua terhubung setiap masa
Mengapa jiwa masih merasa
tak punya siapa-siapa?
Karya Syariful Hidayat, Alumnus Sastra Unej, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari.
Editor : Sidkin