Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisikan Firaun, Puisi Karya Hafis Azhari

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi bisikan Fir
Ilustrasi puisi bisikan Fir'aun. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Bisikan Firaun

Presiden Duck membisiki istri Presiden Fulan
agar bergabung dengan mereka,
agar sesekali mengunjungi “Pulau Impian”
yang telah dibangun oleh para elit global.
Konon, di pulau itu orang-orang besar berkumpul
dari seluruh penjuru dunia.
Bukan hanya presiden tetapi juga seniman,
selebriti, hingga para artis dan agamawan.
Istri Presiden Fulan tersenyum merekah,
meski dia tak paham di pulau itu
juga berkumpul orang-orang
yang beriman pada takhayul dan Dewa Ba’al.
Di sana para penguasa dan pengusaha bersatu,
manusia-manusia hiper-modern yang menganggap
orang-orang kaya akan sanggup membeli dunia
dengan segala ilusi kemewahan dan kemegahan
di dunia yang fana.
 

Karya: Hafis Azhari, Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten. 

Advertisement

Artikel Terkait

Luka yang Terobati, Puisi Karya Hafis Azhari

Luka yang Terobati, Puisi Karya Hafis Azhari

Banyak sekali luka-luka sejarah yang ditorehkan pada diri Rasulullah, baik dari kaum musyrikin Qurays, kaum Thaif, hingga komunitas Yahudi di Madinah.

Perjalanan Setengah Windu, Puisi Karya Warjito

Perjalanan Setengah Windu, Puisi Karya Warjito

Perjalanan Setengah Windu Ku susuri sesak-sesak dan rindu Ku lewati suka-suka dan tawa Ku lewati pula hujan badai yang melanda Setengah windu tak melulu jalan lurus semata Ia adalah jalur selatan

Rencana dengan Tuhan, Puisi Karya Navisatul Amaliah

Rencana dengan Tuhan, Puisi Karya Navisatul Amaliah

Di ruang yang menelan arti kamar Ku patahkan tulangku sendiri Kurajut bersama kasur paruh baya menatap atap yang seolah mengerti: Bahwa hari ini adalah akhir dunia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer