PATRANG, Halo Jember - Banyak yang belum tahu bahwa panahan bukan sekadar olahraga membidik dan melepaskan anak panah ke sasaran.
Di balik ketenangan gerakannya, ada banyak aspek penting yang harus diasah sejak dini.
Idealnya, usia 6 tahun adalah waktu yang pas untuk mulai memperkenalkan anak pada dunia panahan.
Sebab di usia itu, karakter anak masih lentur dan mudah dibentuk.
“Anak usia 6 tahun lebih mudah diarahkan dan menerima pembelajaran baru, termasuk soal kedisiplinan, ketekunan, dan fokus,” ujar Sekretaris Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jember, Tria Mega Puspitasari, Sabtu (17/5/2025).
Olahraga ini bukan hanya soal kekuatan fisik atau teknik.
Panahan menuntut insting yang terasah, konsentrasi yang tinggi, serta kesabaran dalam mengolah strategi.
Maka tak heran, proses menjadi seorang atlet panahan profesional memerlukan waktu dan latihan yang panjang.
Menurutnya, memulai sejak usia dini sebagai tujuan untuk membiasakan anak dengan lingkungan latihan dan kompetisi.
“Kalau sudah disiapkan sejak usia 6 tahun, nanti di usia 10 tahun sudah siap mengikuti kejuaraan berjenjang,” tuturnya.
Di Jember, klub panahan Tunas Muda Archery (TMA) menjadi salah satu tempat yang aktif dalam pembinaan atlet muda.
Uniknya, mereka tidak langsung mengenalkan teknik memanah kepada anak-anak.
Latihan dimulai dari hal-hal dasar seperti membentuk adab, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
“Di TMA, sebelum diajarkan cara menarik busur, anak-anak belajar cara menghormati pelatih, menjaga sikap saat latihan, dan menyusun jadwal harian yang seimbang,” jelas Mega.
Tak sedikit anak yang dulunya pemalu, setelah ikut panahan menjadi lebih percaya diri.
Ada juga yang awalnya sulit fokus, kemudian bisa duduk tenang dan menyusun strategi saat latihan.
Dampaknya tidak hanya terasa saat latihan, tapi juga di kehidupan sehari-hari dan di sekolah.
Pentingnya pembinaan sejak dini juga didorong oleh banyaknya kejuaraan usia muda yang saat ini rutin digelar. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Ini jadi ajang pembuktian dan pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda yang telah memulai langkah sejak kecil. (dhi/dwi)
Editor : Sidkin