Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cintai Lingkungan lewat Belajar Pembuatan Ekoenzim, Puluhan Mahasiswa LN Ikuti Summer Camp Unmuh Jember

Halo Jember • Jumat, 31 Mei 2024 | 05:30 WIB
PRAKTIK: Mahasiswa luar negeri yang mengikuti proses pembuatan ekoenzim di Unmuh Jember, kemarin (29/5). YULIO FA/RADAR JEMBER
PRAKTIK: Mahasiswa luar negeri yang mengikuti proses pembuatan ekoenzim di Unmuh Jember, kemarin (29/5). YULIO FA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM - Mahasiswa dari berbagai negara, mulai dari Thailand, Yaman, hingga negara-negara di benua Afrika, seperti Chad dan Sudan, yang berjumlah 39 itu telah datang ke Jember.

Mereka merupakan peserta kegiatan Summer Camp yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.

Panitia Summer Camp, Handa Aprisko, menjelaskan, selain untuk memberikan edukasi dan perkuliahan, kedatangan mahasiswa luar negeri itu juga dikenalkan pada budaya dan potensi yang dimiliki Jember. Kamis (28/5) mereka telah mengunjungi berbagai tempat yang menyimpan sejarah tentang Jember. Yaitu Museum Tembakau dan Museum Huruf.

“Juga mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Jember, termasuk wisata di Pantai Papuma,” terangnya.

Dosen berusia 29 tahun itu menambahkan, 39 mahasiswa dari luar negeri itu didistribusikan ke berbagai fakultas yang ada di Unmuh Jember.

Dengan pembagian yang sudah ditentukan agar linier dengan jurusan mereka di kampus asalnya. Dua di antaranya adalah mahasiswa asal Yaman, Basheer Anwar Ibrahim Rajeh, serta mahasiswa asal Chad, Mahmoud Abraham Hassan.

Keduanya ditempatkan di Fakultas Pertanian dan mendapat pemaparan tentang pembuatan ekoenzim, pengenalan lab, hingga praktik pengoperasian drone pertanian.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Basheer mengaku antusias mengikuti kegiatan Summer Camp tersebut.

Menurut mahasiswa teknik kimia itu, selain bisa mendapatkan pengetahuan dan teman baru, dirinya juga bisa menikmati pengalaman yang menyenangkan dengan warga di Jember.

Sementara itu, dosen Teknologi Industri Pertanian Unmuh Jember, Muchammad Imam Asrori, mengatakan, inti dari praktik ekoenzim adalah untuk menghasilkan enzim dari sampah organik.

“Kami campur gula merah, ini sebagai energi bagi mikro organisme yang membantu proses fermentasi pada sampah organik,” sebutnya.

Setelah tiga bulan proses fermentasi, ekoenzim bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Basic-nya bisa digunakan untuk memecah sumber makronutrien, sehingga bisa digunakan sebagai bahan pembersih seperti sabun cuci piring, sabun pel, deterjen, dan sebagainya,” jelasnya. (mg3/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#jember #Summer Camp #Unmuh