LUMAJANG, Halo Jember - Ketua Himpunan Pengusaha Kahmi (Hipka) Nilam Noor Fadilah Wulandari menyebut, rasio wirausaha Indonesia baru capai angka 3,57 persen.
Sementara negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand telah capai rasio wirausaha 4 persen dan Singapura 8,6 persen.
“Untuk menjadi negara maju, rasio kewirausahaan Indonesia harus meningkat jadi 10-12 persen. Itulah yang dipaparkan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso,” ucap Nilam.
Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember ini menambahkan, untuk menjadi pengusaha tidak sekadar keberanian, modal, pasar, maupun koneksi saja.
“Hal yang penting adalah memiliki jiwa pengusaha. Yaitu dengan membaca dan menangkap peluang. Skill ini harus dipupuk sejak kecil,” ulasnya.
Menurutnya, justru saat ini untuk menemukan pasar lebih mudah tapi persaingannya juga begitu luar biasa.
Oleh karena itu, bila memasarkan lewat jejaring internet, baik media sosial hingga market place, diperlukan pengetahuan teknologi digital termasuk algoritma google atau lainnya.
“Tapi saya yakin anak muda termasuk pelajar untuk memasarkan produk di internet ini bisa. Karena mereka dari kecil telah akrab dengan gadget,” imbuhnya.
Nilam juga menginginkan produk-produk dari anak bangsa, khususnya pengusaha muda ini memiliki keunggulan tersendiri.
Bila produk memiliki keunggulan, maka bisa menentukan harga itu sendiri dan tidak mengikuti harga pasar.
Terpisah, Selma Karima Febriani, salah satu konsumen ganci dari produksi tangan Hany Arba'Iyatus Sholeha, anak muda asal Lumajang, mengaku, ganci tersebut bentuknya juga unik dan memikat hati.
“Kemarin cek di medsos niatnya cuma scrolling aja. Tahu-tahu ada yang menarik dan terjangkau harganya. Akhirnya langsung keep,” ucapnya.
Hany Arba'Iyatus Sholeha pengrajin ganci mengaku, pengaruh medsos sangat luar biasa.
Walau begitu, ada juga konsumen yang permintaanya rumit.
“Saya juga harus memberikan layanan terbaik. Meskipun barangnya tidak seberapa, tapi itu bisa membuat mereka balik lagi buat order,” pungkasnya. (dea/dwi)
Editor : Sidkin