Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tari Saman di Bondowoso: Gerakan Serempak dan Punya Nilai Dakwah, Ada Syair Puji-pujiannya

Sidkin • Senin, 7 Juli 2025 | 02:00 WIB
Para penari saman saat memulai gerakan dengan tempo yang cepat dan gerakan yang kompak. Di Bondowoso, tari saman gayo tak kalah populer.
Para penari saman saat memulai gerakan dengan tempo yang cepat dan gerakan yang kompak. Di Bondowoso, tari saman gayo tak kalah populer.

HALO JEMBER - Di Kecamatan Curahdami ada kelompok yang memiliki tarian cukup berbeda. Tarian itu bernama tari saman. Walau asal tari itu dari Aceh, tapi dikemas berbeda dengan kearifan lokal yang ada. 

FAQIH HUMAINI, Bondowoso

Gerakannya kompak dan cepat. Ada yang sujud ada juga yang jongkok. Jenis gerakan itu seperti Tari Saman dari Aceh yang kini jadi warisan budaya dunia.

Namun, siapa sangka tarian yang dibawakan anak-anak Curahdami, Kabupaten Bondowoso ini memang bernama tari saman. 

“Memang ini tari saman, busana yang dipakai berbeda. Memakai busana dengan kearifan lokal masyarakat Bondowoso,” papar Junaidi, pegiat seni dari Kecamatan Curahdami. 

Hal yang diperhatikan dalam menari tari saman adalah kekompakan dan stamina.

“Ciri khas utama, bergerak cepat mengikuti irama yang ditentukan, sementara tangan kadang diangkat, kadang dilipat ke dada. Pada umumnya tarian saman itu dikenal tarian khas daerah Aceh. Namun kami (orang Curahdami, Red) punya yang khas berbeda,” paparnya.

Menurutnya, penari saman tidak hanya menari, tetapi juga melafalkan syair puji-pujian secara serempak. Hal ini membuat suasana pertunjukan menjadi hidup dan meriah.

Durasi satu penampilan biasanya antara lima hingga sepuluh menit.

"Umumnya tari saman itu fokus menari. Tapi kalau kami disertai dengan nyanyian atau pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, " bebernya.

Para penari saman mengenakan pakaian seragam yang sopan dan tertutup. Mencerminkan nilai-nilai islami.

Hal yang membuat pertunjukan makin seru, kata Junaidi, adalah formasi duduk berjajar rapat sambil menggoyangkan tubuh dengan kecepatan tinggi.

Tak jarang, penonton ikut bertepuk tangan dan bersorak mengikuti hentakan kaki para penari.

“Semua kompak. Kalau ada satu yang salah gerak, akan langsung kelihatan. Itu tantangannya,” jelasnya.

Tarian saman di Curahdami juga rutin ikut dalam parade budaya. Berbagai kalangan ikut terlibat, mulai dari TPQ, pelajar SD, guru-guru, hingga perangkat desa.

“Setiap kelompok punya gaya dan variasi gerak sendiri. Tapi tetap dalam pakem tari saman klasik,” pungkasnya. (faq/dwi)

 

Editor : Sidkin
#tari tradisional #syair islami #tari saman #curahdami #bondowoso