HaloJember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui Pusdalops melaporkan peningkatan drastis debit air sungai menyusul hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jember sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB sore ini.
Peningkatan Debit Air Sungai, hingga pukul 18.00 WIB, pemantauan ketat dilakukan pada delapan aliran sungai utama yang mengalami kenaikan debit air signifikan, meliputi:
- Sungai Dinoyo
- Sungai Kaliputih
- Sungai Kaliklepuh
- Sungai Kalijompo
- Sungai Rembangan
- Aliran Sungai Bedadung
- Sungai Karangbayat (Sumberbaru)
- Sungai Gondangdia (Tanggul)
Dampak Kerusakan infrastruktur:
Meluapnya aliran sungai mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur vital. Tercatat dua jembatan dilaporkan terputus total, yakni:
1) Jembatan Sentul Suci di Kecamatan Panti.
2) Jembatan Perkebunan Kaputren di Kecamatan Sukorambi.
3) Jembatan Gantung Darus Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi.
Meski debit air meningkat tajam, BPBD melaporkan bahwa hingga saat ini kondisi permukiman warga masih dalam status aman terkendali dan belum ada laporan air masuk ke rumah penduduk secara masif.
Upaya Kesiapsiagaan dan Patroli:
Guna mengantisipasi potensi banjir luapan, tim BPBD bersama relawan dan Desa Tangguh Bencana (Destana) terus melakukan patroli bersama di wilayah rawan, di antaranya:
Kecamatan Sukorambi (Gugut), Panti, Rambipuji, Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari.
Wilayah Karangbayat (Sumberbaru) dan Pondok Waluh (Kencong).
Himbauan kepada Masyarakat:
Pusdalops BPBD Kabupaten Jember mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera mengamankan barang berharga jika debit air terus meningkat.
Monitoring akan terus dilakukan selama 24 jam untuk memastikan keselamatan warga.
Sumber Data: Pusdalops BPBD Kabupaten Jember.
Editor : Hariri HJ