Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari yang Lebih Panjang dari 24 Jam, Karya Najib Fachruddin Thoha

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Hari yang Lebih Panjang dari 24 Jam

Kita terkadang butuh hari yang lebih panjang dari 24 jam
untuk saling mencinta.

Advertisement

Waktu selalu berjalan sendiri, meninggalkan kita yang telah
nyaman menghabiskan waktu berdua.

Tidak ada siapa-siapa, hanya keramaian yang kita ciptakan
sendiri dengan sengaja.

Bukan salah kita, tentu perasaan itu tiba tanpa kita duga,
kita tidak bisa mengaturnya, tidak bisa juga tiba-tiba menghapusnya.

Advertisement

Kita dipaksa untuk saling mencinta dan aku pikir kita
terlalu berani, untuk sekedar berjanji akan terus bersama.

Bahwa semesta memang mempertemukan kita bukan
hanya untuk sebentar saja.

Melainkan dunia memang tercipta untuk kita yang
keras kepala terus jatuh cinta selamanya.

Karya: Najib Fachruddin Thoha. Lahir di Tuban, tinggal di Banyuwangi. Hobi menulis puisi dan mencintai istri.

Advertisement

Artikel Terkait

Pilihan Hidup, Puisi Karya Hafis Azhari

Pilihan Hidup, Puisi Karya Hafis Azhari

Tetapi, fakta kehidupan selalu saja dihadapkan pada pilihan yang berbeda-beda.Termasuk Ibrahim sang Bapak Tauhid memilih pendirian yang beda

Politik Kekuasaan, Puisi Karya Mu’min Roup

Politik Kekuasaan, Puisi Karya Mu’min Roup

Maka, putusan Mahkamah Konstitusi direkayasa agar dapat membuka jalan mulus dan licik bagi kepentingan politik kekuasaan semata.

Wong Cilik, Puisi Karya Syariful Hidayat

Wong Cilik, Puisi Karya Syariful Hidayat

Wong cilik Doamu didengar langit Keringatmu diterima bumi Ketulusan dan kesederhanaan Senjata yang mematikan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer