Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Yogya Malam Hari, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi yogya. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi yogya. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 


Yogya Malam Hari

Yogya malam hari adalah langit yang terbuka dengan gemerlap bintang yang tertahan di dalamnya
Lampu bersinar kekuning-kuningan, bilik mungil namun sejuta nektar, bak madu yang dihisap kupu kupu, memabukkan.
Kunang-kunang bertebaran memenuhi kebun yang terhampar sejauh mata memandang. 
Yogya di malam hari adalah ciuman yang tak pernah usai.
Bahkan saat kenangan terus melambai
Sepasang kekasih tak perlu efforts memberi ruang bersenggama. memadukan kopi dan kepulan asap
Di gubuk itu, di teras rumah, di alam liar
Yogya dan malam adalah sebuah nokturnal bagi pecintanya.

Advertisement

 

Karya: Novia Ulfa Isnaini, Mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir UIN KH Achmad Siddiq Jember. Penulis dan Pegiat Literasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Sebelum Menjadi Asap, Puisi Karya Muhammad Taofik

Sebelum Menjadi Asap, Puisi Karya Muhammad Taofik

Tak ada yang menyebut proses itu sebagai kematian. Orang-orang menyebutnya pengeringan. Di meja linting, sehelai daun dipertemukan dengan api. Ia terbakar agar sesuatu yang lain bisa menyala.

Kota Tanpa Langit, Puisi Karya Syariful Hidayat

Kota Tanpa Langit, Puisi Karya Syariful Hidayat

Di kota ini, langit pernah tinggal di atas kepala, sebelum gedung-gedung tumbuh dengan gagah. Pagi pun datang berwajah abu-abu. Matahari tertahan di balik asap, sementara ribuan roda mengunyah jalan.

Sebelum Akar Rimba Menjemput Mati, Puisi Karya Lafif Muhammad Al Muwaffaq

Sebelum Akar Rimba Menjemput Mati, Puisi Karya Lafif Muhammad Al Muwaffaq

Jerit bisu rimba membentur dinding renta Menatap nganga luka di tengah belantara bara tanpa ada yang peduli Akar bergelut menahan nyeri Pasrah menanti takdir: mati

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer