Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Advertisement
Yang Tumbuh di Bawah Musim
Hujan datang tanpa membawa kabar,
sawah menadah langit, akar-akar membuka percakapan lama dengan lumpur
Di kejauhan seorang petani menunduk,
entah memeriksa tanah atau menghitung berapa banyak harapan yang masih bisa ditanam
Pagi belum selesai menyalakan cahaya, tetapi tangannya sudah lebih dulu akrab dengan kerja
Musim berganti tanpa pernah meminta izin,
sementara tubuh-tubuh yang sama terus menanam sesuatu yang belum tentu mereka tuai
Mungkin tanah memang menyimpan rahasia paling tua
Semua yang ditanam ditakdirkan kembali kepada penanamnya
Advertisement
Karya: Muhammad Taofik, Mahasiswa Sejarah UIN KHAS Jember asal Probolinggo.
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




