Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyanyian Hujan, Puisi Karya Syariful Hidayat

Sidkin
Penulis: Sidkin❯
Ilustrasi puisi hujan. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi hujan. (Ijal/AI/Halojember)

Advertisement

 

Nyanyian Hujan

Tik..tik..tik..
Nyanyian hujan rintik
Tik..tik..tik..
Gerimis menari atap berisik
Kadang tak pernah serius turun
Namun, bahagia karena dinginnya
Kadang cuma lewat, tapi menghapus kerinduan 
yang lama kegerahan

Advertisement

Grajag..grajag..grajag..
Amuk langit lalu muntah
Menghapus segala noda
Membawa kotoran tanpa sisa

Grajag..grajag..grajag..
Walau sebentar ia meninggalkan jejak
Cukup tuk obati luka
Walau akhirnya beranjak


Karya Syariful Hidayat, Alumnus Sastra Unej, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember.

Advertisement

Artikel Terkait

Tanah Haram, Puisi Karya Frenki Adi

Tanah Haram, Puisi Karya Frenki Adi

Fajar menyingsing di langit Tanah Haram. Ribuan manusia datang membawa masa lalu, menumpahkan penyesalan di hadapan Tuhan yang tak pernah menutup pintu ampunan.

Pena di Sisi Tidur, Puisi Karya Muhammad Taofik

Pena di Sisi Tidur, Puisi Karya Muhammad Taofik

Pena di Sisi Tidur. Malam menyisakan satu halaman yang belum juga selesai. Pena tergeletak di samping kepala, seperti seseorang yang lupa pulang. Aku tidur sebentar, sementara beberapa kata masih

Yogya Malam Hari, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Yogya Malam Hari, Puisi Karya Novia Ulfa Isnaini

Yogya malam hari adalah langit yang terbuka dengan gemerlap bintang yang tertahan di dalamnya Lampu bersinar kekuning-kuningan, bilik mungil namun sejuta nektar, bak madu yang dihisap kupu kupu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer