Ilusi Kehidupan, Puisi Karya Wawan Sanpala

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:26 WIB
Ilustrasi Puisi Ilusi Kehidupan, (Chatgpt/Ijal/RJ)
Ilustrasi Puisi Ilusi Kehidupan, (Chatgpt/Ijal/RJ)

Ilusi Kehidupan

Kesenangan hidup di hari tua hanyalah ilusi
jika kebaikan dan kerendahan hati
tidak ditanamkan sejak usia dini.
Kesenangan hidup di hari tua hanyalah ilusi
jika yang ditanam adalah rasa benci
dan angkara murka kepada sesama manusia.
Kesenangan hidup di hari tua hanyalah ilusi
jika takhayul dan kesyirikan dianggap lumrah
seakan bagian dari tradisi leluhur belaka.
Kesenangan hidup di hari tua hanyalah ilusi
jika tauhid dan ma’rifatullah dikesampingkan
daripada pemahaman agama yang dogmatis,
serta ritual-ritual yang bersifat lahiriah belaka.
Ketahuilah, berapa juta bangsa Israel
dan bangsa-bangsa dunia sejak dahulu
selalu gagal dari zaman ke zaman,
jika terobsesi mencapai kesenangan masa tua,
dengan mengandalkan kesombongan,
persaingan kekuasaan, serta penumpukan kekayaan
yang membuat mereka pada akhirnya,
terperosok dan terjerat ke dalam jaring-jaring
yang dipintal dan diciptakannya sendiri. (*)

Penulis: Wawan Sanpala, Pengamat sosial kemasyarakatan, juga pengurus pusat Santri Pencinta Alam yang berdomisili di Kota Bandung

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
puisi