Pena Menjaga Nyala
Aku, Tunas Negeri
ditempa oleh guratan sejarah,
dihembus oleh ruh kemerdekaan.
Walau Pertiwi diselimuti kelam,
bara tekadku takkan pernah padam.
Ada sumpah yang terus menyala di relung dada
untuk berbakti, untuk mengabdi
dan menebar manfaat
laksana samudra yang tak pernah surut.
Menjadi kunang di gulita,
tatkala bangsa memilih terlena dalam kelam.
Langkah kecil ini kerap dikhianati
oleh duri realita.
Namun aku tak sedikitpun goyah.
Di sini aku berdiri sebagai fondasi,
menjadi kalam yang mengobarkan nalar,
menjadi bara yang menghidupkan literasi
yang hanyut dalam nestapa.
Kakiku sempat rapuh,
terdampar di samudra sunyi.
Hingga datang bisik seseorang
yang tak pernah kuduga,
Dari jiwa yang Tuhan bisikan untukku:
"Kami bangga ada tunas sepertimu.
Jangan pernah lelah memperjuangkan zamrud di masa depan.
Kau perkasa. Jagalah nyala.
Teruslah melangkah dan menoreh karya."
Pada akhirnya aku mengerti,
di ambang menyerah dan runtuh,
Tuhan selalu punya bisikan terbaik
untuk menuntunku pada takdir langkah
yang harus kutunaikan.
Karya: Salim Abuzaid, Founder @Bersuaralewatkarya._ dan Pegiat Literasi
Editor : Yulio Faruq Akhmadi