Tanah Haram, Puisi Karya Frenki Adi

Sidkin • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)
Ilustrasi puisi. (Ijal/AI/Halojember)

 

Tanah Haram

Fajar menyingsing di langit Tanah Haram.
Ribuan manusia datang membawa masa lalu,
menumpahkan penyesalan di hadapan Tuhan
yang tak pernah menutup pintu ampunan.
Di sini, sujud bukan tentang siapa yang paling terlihat suci,
melainkan tentang hati yang lelah menyembunyikan dosa.
Dahi menyentuh bumi,
sementara jiwa berusaha pulang
dari kesesatan yang lama dipeluknya.
Tanah Haram,
tempat manusia berharap menemukan pengampunan.
Namun, perjalanan sesungguhnya
bukan sekadar sampai ke tanah suci,
melainkan pulang dengan hati yang berbeda.

 

Karya: Frenki Adi, Mahasiswa Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir UINKHAS Jember asal Sumenep Madura.

Editor : Sidkin
Fajar Nugros suci Tanah Haram pintu ampunan dosa